FOTO: Anggota KEPP Otsus Papua, Yanni bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan//GRW-dok.KEPP Otsus Papua
JAKARTA, satukanindonesia.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni kembali mengusulkan, Dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat disalurkan langsung kepada orang Papua.
Usulan tersebut disampaikan saat Yanni bertemu Presiden Prabowo Subianto, pada tanggal 20 September 2026 malam.
Penyaluran langsung Dana Otsus, katanya, perlu dikaji agar manfaat anggaran Otsus lebih cepat dirasakan masyarakat Papua.
“Saya kembali menyampaikan kepada Presiden soal gagasan agar Dana Otsus bisa diberikan langsung kepada orang Papua,”kata Yanni melalui keterangannya yang dikutip, Selasa (22/09/2026).
Menurutnya, gagasan tersebut, sebelumnya telah disampaikan kepada Wakil Presiden (Wapres) dalam pertemuan di Manokwari pada November 2025.
Salah satu konsep yang pernah, ia usulkan, penyaluran bantuan langsung dengan skema BLT. Usulan itu, kembali disampaikan kepada Presiden ketika pembicaraan membahas pembangunan Papua dan efektivitas penggunaan Dana Otsus.
Dikatakannya, Presiden memberikan perhatian terhadap masukan mengenai bagaimana anggaran Otsus dapat memberi manfaat lebih langsung kepada masyarakat Papua.
Menurut Yanni, pemerintah perlu mengkaji mekanisme penyaluran yang memungkinkan orang Papua memperoleh manfaat secara lebih langsung, dengan tetap memperhatikan pendataan, pengawasan, dan pertanggungjawaban anggaran.
Usulan tersebut juga berkaitan dengan pembicaraan Yanni, mengenai arah pembangunan Papua.
Dia menilai, keberhasilan Otsus perlu dilihat dari perubahan yang dirasakan masyarakat, terutama orang Papua sebagai kelompok yang menjadi sasaran utama kebijakan tersebut.
Dalam pertemuan itu, menurut Yanni, Presiden meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mencatat dan memberi perhatian terhadap masukan yang disampaikan.
Kemudian, kata dia, Presiden juga menegaskan bahwa apa yang sampai sangat rasional dan dapat mempercepat pengembangan ekonomi rakyat Papua akan ditindaklanjuti pemerintah.
Menurut Yanni, persoalan utama Dana Otsus bukan hanya soal berapa besar anggaran yang dialokasikan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar sampai kepada orang Papua.
“Dana Otsus akan berarti ketika manfaatnya sampai langsung kepada rakyat Papua,”kata Yanni. [***/GRW]