Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis memberikan bantuan hukum kepada tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi sekaligus Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.
OC Kaligis merupakan pengacara senior yang sempat dipenjara atas kasus suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara.
“Benar,” ujar penasihat hukum Lukas, Stefanus Roy Rening, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis.
Roy menyatakan Kaligis akan menggelar konferensi pers pada sore ini untuk menjelaskan lebih jauh pendampingan hukum tersebut.
“Sore ini konferensi pers di kantor beliau,” imbuhnya.
Lukas diproses hukum KPK atas kasus dugaan suap dan gratifikasi.
Dia diduga menerima suap Rp1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka terkait pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua. Rijatono pun sudah ditahan KPK.
Lukas juga diduga menerima gratifikasi Rp10 miliar. Namun, KPK belum mengungkap pihak-pihak pemberi gratifikasi tersebut.
Atas perbuatannya, Lukas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).
Sedangkan Rijatono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 13 UU Tipikor.
Dalam proses penyidikan berjalan, KPK telah melakukan penggeledahan di enam lokasi yang tersebar di Papua, Jakarta, Sukabumi, Bogor, Tangerang dan Batam.
KPK juga telah memblokir rekening dengan nilai sekitar Rp76,2 miliar. Diduga rekening itu milik Lukas dan istrinya yang bernama Yulce Wenda.
Selain itu, emas hingga kendaraan mewah senilai total Rp4,5 miliar diduga terkait perkara juga sudah disita KPK.
Teranyar, lembaga antirasuah mencegah lima orang untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan, satu di antaranya ialah Yulce Wenda selaku istri Lukas. (***)