
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Baliho Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani banyak terpasang berjejer di desa terdampak erupsi Gunung Semeru. Warga setempat menganggap hal itu sangat tidak pantas.
Seperti beredar dalam sebuah video di twitter berdurasi 1 menit 48 detik yang diunggah oleh akun @heraloebss. Dalam video yang dilihat SatukanIndonesia.com, Baliho Puan tertulis kata-kata yang seolah berempati kepada korban pengungsi.
Baca Juga: Jika Anies Berkuasa Gerombolan Rizieq Ikut Kuasai Nusantara, Bisa Hancur Negeri Ini
“Tangismu, Tangisku, ceriamu ceriaku. Saatnya bangkit menata masa depan.” demikian kata-kata penyampaian pesan dalam baliho itu.
“Pencitraan Politik di tempat bencana itu boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan , masuk ke lokasi bencana itu harus punya sense of crisis , jangan Bebal” tulisnya lengkapi unggahan.
Sang perekam menyebut bahwa baliho itu menyakitkan hati para pengungsi. Sebab saat kejadian, pada kader PDIP tidak pernah muncul di lokasi bencana.
“Guys ini pengungsi erupsi Semeru ya. Dan ada satu yang menyakitkan hati,” Kata perekam sambil mengarahkan kamera ke arah Baliho Puan Maharani tepat di tepi jalan.
“Kenapan juga musti baliho nya dipajang-pajang seperti ini Ya Allah. Para kader-kadernya saat evakuasi di TKP itu ngga ada buk. Nggak ada nggak ada.. Ya Allah,” kata perekam dari dalam mobil.
Mereka terus merekam sepanjang jalan yang mengarah ke lokasi pengungsi, di sepanjang jalan itu berjejer baliho Puan yang berjarak 50 meter.
Baca Juga: Soal RUU IKN, PKS Tidak Ada Urgensi untuk Segera Disahkan

“Ckckck ya Allah senekat ini kah.. Persis bangat di posko pengungsian. Ini maksudnya apa ya. Kasihan warga warga pengungsi nya. Padahal yang kerja bukan dari PDI-Perjuangan,” kata perekam.
Puan Maharani mengunjungi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk melihat kondisi warga terdampak erupsi Gunung Semeru pada hari, Senin (20/12). (Nal/SI)














