
Jakarta, satukanindonesia.com – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengganti sejumlah menteri hari ini (8/9).
Menurut pakar politik dari Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago, reshuffle kabinet tersebut merupakan warning bagi menteri dan pejabat lainnya. Mereka tidak boleh lagi menyepelekan suara rakyat.
Dia menyampaikan bahwa sudah seharusnya Presiden Prabowo mengganti menteri, wakil menteri, dan pejabat yang bekerja kurang baik. Termasuk pejabat yang asal bicara dan kerap membuat kebijakan tidak pro rakyat. Dia menyatakan bahwa menteri yang masih menjabat harus berkaca dari reshuffle hari ini.
”Jadi, ini pembelajaran politik bagi menteri-menteri, supaya jangan main-main lagi. Kan presiden mengingatkan, jangankan menteri saya pun bisa diganti. Nah itu artinya, memang sudah waktunya pejabat ini, menteri-menteri ini, untuk betul-betul berhati-hati begitu,” kata dia
Menurut Pangi, para menteri dan pembantu presiden tidak boleh lagi serampangan. Baik saat berbicara kepada publik maupun saat mengeluarkan kebijakan. Menurut dia, menteri yang bicaranya menyakiti rakyat pantas diganti. Apalagi menteri yang membuat kebijakan jauh dari harapan rakyat, itu jelas perlu diberhentikan dan digantikan oleh nama lain.
”Kita itu sebenarnya nggak butuh orang pintar lho. Kita hanya butuh menteri yang peka, itu aja sekarang ini. Karena yang pintar itu staf ahli banyak yang pintar kok. Banyak diaspora Indonesia pintar-pintar di luar negeri, suruh pulang aja bisa. Kita nggak butuh menteri pintar, (kita butuh) yang punya hati, itu saja sekarang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pangi menyatakan, menteri-menteri yang belum diganti dan masih menjabat harus melihat bagaimana Presiden Prabowo memberhentikan menteri-menteri hari ini. Mereka wajib berlomba-lomba bekerja baik untuk kepentingan rakyat. Jika tidak, sangat mungkin mereka diganti seperti yang terjadi kepada beberapa nama sore tadi.
”Pak Prabowo mengatakan sesuatu yang ini pembelajaran efek jera itu harus diberikan. Karena berlama-lama dengan kondisi seperti ini kan Pak Prabowo malu sendiri kemarin. Bagaimana mata dunia melihat beliau mengurus negara, (seolah ada) ketidakmampuan beliau, huru-hara politik kemarin, kekacauan dimana-mana kan,” ujarnya.(Jawapos)













