• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
3.000 Lebih Titik Panas di Papua, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

3.000 Lebih Titik Panas di Papua, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Agustus 25, 2026
DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

Oktober 17, 2026
DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

Oktober 17, 2026
ADVERTISEMENT
Demi Keamanan Jurnalis, Polda Papua dan Komnas HAM Perkuat Komunikasi

Demi Keamanan Jurnalis, Polda Papua dan Komnas HAM Perkuat Komunikasi

Oktober 17, 2026
Kemendagri Dorong Pemprov Papua Pegunungan Selaraskan Program Pembangunan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendagri Dorong Pemprov Papua Pegunungan Selaraskan Program Pembangunan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Oktober 17, 2026
Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ, KPK Telusuri Aliran Dana ke Kementerian ATR/BPN

Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ, KPK Telusuri Aliran Dana ke Kementerian ATR/BPN

Oktober 17, 2026
Polri Perkuat Penanganan Karhutla melalui Polisi Khusus Kehutanan

Polri Perkuat Penanganan Karhutla melalui Polisi Khusus Kehutanan

Oktober 17, 2026
Stok BBM Nasional Aman, Pertamina Diminta Percepat Distribusi ke Daerah

Stok BBM Nasional Aman, Pertamina Diminta Percepat Distribusi ke Daerah

Oktober 17, 2026
Amankan Energi Indonesia, Menteri Bahlil Berburu Minyak Hingga Afrika

Amankan Energi Indonesia, Menteri Bahlil Berburu Minyak Hingga Afrika

Oktober 17, 2026
AI Bisa Buat 1.000 Konten, Tapi Tak Bisa Beli Kepercayaan

AI Bisa Buat 1.000 Konten, Tapi Tak Bisa Beli Kepercayaan

Oktober 16, 2026
Putusan MK soal Perubahan UU Peradilan Militer Diapresiasi PAHAM Papua

Putusan MK soal Perubahan UU Peradilan Militer Diapresiasi PAHAM Papua

Oktober 16, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

3.000 Lebih Titik Panas di Papua, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

(Fokus Berita)

Agustus 25, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
30
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Prakirawan BMKG Wilayah V, di Kota Jayapura, Papua//ISTIMEWA

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V mencatat lebih dari 3.000 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Papua.

Demikian hal ini dikatakan Prakirawan BMKG Wilayah V, Arif kepada wartawan, Senin (24/08/2026).

Dikemukakannya, dari catatan tersebut sebanyak 186 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi atau terindikasi menunjukkan adanya api. Lanjutnya, peningkatan titik panas tersebut terjadi di tengah periode musim kemarau dan pengaruh fenomena El Niño yang kini berada dalam fase sangat kuat.

“Untuk update informasi dinamika atmosfer yang tercatat pada hari ini dimana untuk wilayah Indonesia sendiri khususnya dan juga wilayah Papua saat ini sedang memasuki periode musim kemarau,”kata Arif.

Ia mengatakan, terkait Fenomena El Nino yang saat ini sedang aktif terjadi di sekitar wilayah Samudera Pasifik, dimana Fenomena El Nino ini tercatat saat ini sedang dalam fase sangat kuat.

Puncak musim kemarau, di Papua diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi itu berdampak terhadap penurunan intensitas curah hujan, dan meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk wilayah Papua sendiri, tercatat pada hari kemarin ada sekitar lebih dari 3.000 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Artinya, yang sudah menunjukkan api itu sekitar 186 titik hotspot,”ujarnya.

Menurutnya, titik panas terbanyak di wilayah Papua tercatat di kebupaten Keerom dan Biak Numfor.

Tak hanya itu, panas juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya, termasuk kepulauan Yapen dan kota Jayapura.

BMKG juga mencatat peningkatan titik panas di sejumlah wilayah lainnya seperti provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

“Untuk di wilayah provinsi Papua sendiri titik hotspot terbanyak itu tercatat di sekitar wilayah labupaten Keerom kemudian Kepulauan Yapen, Biak Numfor dan juga di sekitar kota Jayapura,”ucapnya.

Dijelaskannya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi munculnya titik api. Fenomena El Niño yang kuat menyebabkan penurunan curah hujan dan meningkatkan kondisi kekeringan, di Papua.

BMKG menegaskan, faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab. Akan tetapi aktivitas masyarakat, khususnya pembakaran lahan juga dapat memicu dan memperparah kebakaran hutan maupun lahan.

“Memang faktor cuaca, terutama El Niño yang sangat kuat, mempengaruhi penurunan intensitas curah hujan dan kekeringan di wilayah Papua. Namun, titik api juga dapat dipicu aktivitas masyarakat yang sengaja melakukan pembakaran,”katanya.

Ia mengatakan, untuk memantau perkembangan titik api, BMKG melakukan pembaruan informasi dua kali setiap hari, yakni pada siang dan sore hari.

Informasi ini juga disampaikan kepada para pemangku kepentingan, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga masyarakat untuk tetap waspada.

“Harap bersiap untuk menghadapi potensi bencana akibat kombinasi dari El Nino ini, Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan atas potensi kebakaran hutan dan juga kekeringan,”ujarnya.

Selain itu, katanya, BMKG terus melakukan pembaruan informasi hotspot setiap 10 hari atau setiap dasarian untuk disampaikan kepada pemerintah daerah, termasuk Gubernur Papua.

Masyarakat juga diminta, menjaga ketersediaan air bersih serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

Katanya, meski Papua sedang memasuki musim kemarau, BMKG mengingatkan sejumlah wilayah memiliki pola hujan sepanjang tahun. Karena itu, hujan masih berpotensi terjadi meskipun intensitasnya cenderung menurun.

Masyarakat pun diminta, tetap mewaspadai kemungkinan peningkatan curah hujan dengan durasi yang lebih panjang karena dapat memicu bencana seperti banjir dan longsor.

Selain ancaman kekeringan dan kebakaran hutan, ia juga menjelaskan fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Kuyawage.

Menurutnya, fenomena tersebut disebabkan pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat masif dengan suhu puncak awan yang sangat dingin.

Kondisi topografi dan elevasi wilayah yang mencapai lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut turut memengaruhi terjadinya fenomena tersebut.

“Pada kondisi ini butiran es yang turun dari awan tidak sempat mencair menjadi air hujan ketika mencapai permukaan tanah sehingga masih berbentuk butiran es,”katanya.

Menurut Arif, hujan es tidak memiliki periode tertentu. Namun pemanasan yang kuat pada musim kemarau dapat meningkatkan proses penguapan dan memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang lebih besar dan masif.

Katanya, pada dasarnya hujan es disebabkan adanya awan cumulonimbus, yaitu awan yang sangat besar. Saat ini pemanasan cukup kuat sehingga potensi terbentuknya awan cumulonimbus yang lebih besar dan masif juga meningkat,” jelasnya.

Sejauh ini, fenomena hujan es tercatat terjadi di wilayah Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Namun tidak menutup kemungkinan fenomena serupa terjadi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah maupun wilayah lain di Tanah Papua yang berada di dataran tinggi.

“Sekali lagi kami mengimmbau masyarakat yang tinggal di wilayah dataran tinggi, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan es serta perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba,”pungkasnya. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: 3.000 Lebih Titik PanasBMKG
ShareTweetSend

Related Posts

BMKG Deteksi 3.663 Titik Panas di Sumatera

BMKG Deteksi 3.663 Titik Panas di Sumatera

Oktober 13, 2026
Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan 

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG: Jakarta Didominasi Berawan 

Oktober 10, 2026

Prediksi BMKG: Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Kamis 8 Oktober 2026, Waspadai Potensi Petir dan Awan Cumulonim

Oktober 8, 2026

BMKG: Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Oktober 7, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?