
Jember, SatukanIndonesia.com – Istilah NATO (Not Action Talk Only) sering ditujukan kepada organisasi kemasyarakan khususnya pemuda yang dianggap hanya bisa kritik tanpa Tindakan. Tak demikian dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Komitmen pada gerakan kemanusiaan dan sosial organisasi ini sudah dikenal tak kecuali dalam mendukung program ketahanan pangan. Kali ini program Patriot Ketahanan Pangan yang dideklarasikan dalam rangka Harlah ke-91 GP Ansor. Salah satu implementasinya melalui kegiatan yang digelar di Kecamatan Umbulsari, Jember Kamis (15/5)
Kegiatan bertajuk “Ansor Bergerak, Desa Berdaya” ini menjadi tonggak langkah kongkrit program Patriot Ketahanan Pangan. Fokus dari program ini adalah memberdayakan desa sebagai pusat kekuatan ekonomi bangsa.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penanaman 100 bibit Pisang Cavendish secara gotong royong oleh kader Ansor dan warga setempat di sepanjang tepi jalan dan pekarang rumah menuju kolam budidaya. Aksi ini bukan sekedar simbolik, tapi menjadi bentuk nyata implementasi visi penghijauan produktif yang langsung memberi nilai manfaat jangka Panjang. Pilihan untuk menanam jenis Cavendish ini didasarkan juga dari nilai ekonomi dan kandungan gizi di dalamnya. Pisang yang juga dikenal dengan Pisang Ambon Putih ini merupakan varian yang hampir punah dan sedang dibudidayakan ulang.
Ketika sampai di kolam budidaya ikan, kegiatan dilanjutkan dengan panen raya dan pelepasan benih bar uke 260 kolam untuk program berkelanjutan. Jenis benih ikan yang dilepas dan dibudidayakan adalah lele, gurami dan patin. Pilihan terhadap jenis ikan air tawar tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem usaha perikanan rakyat yang efisien, cepat panen juga bernilai jual tinggi.
Masih dalam rangkaian, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke unit pengemasan dan hilirisasi produk perikanan yang dikelola secara mandiri oleh para kader Ansor Umbulsari. Apa yang dilakukan ini menunjukkan adanya semangat inovatif para pemuda desa dalam mengelola nilai ekonomi dari budidaya hingga siap jual. Proses yang dikerjakan ini telah terbukti menjadi tulang punggung kemandirian pangan dan finansial desa.
Kegiatan ini sendiri didiri langsung oleh Ketua PW Ansor Jawa Timur H. Mussafa Safril dan Kasatgas Ketahanan Pangan PW Ansor Jatim H. Deni Prasetyo dan unsur Forkomimda Jember. Selain itu hadir juga Camat Umbulsari dan beberapa kepala desa. Tak ketinggalan beberapa pimpinan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) dan pewakilan Lembaga perbankan maupun keuangan mikro. Tentu saja kegiatan ini dihadiri oleh ratusan kader GP Ansor maupun Banser dari wilayah sekitar pusat kegiatan.
Dalam sambutannya, H. Musaffa Safril menegaskan pentingnya membangun swasembada pangan dari desa. “Mayoritas kader Ansor dan Banser tinggal dan hidup di desa. Maka masa depan pangan bangsa ini harus dimulai dari desa. Kita tidak hanya menjaga ideologi dan tradisi, tapi juga menjaga perut rakyat agar tetap kenyang dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas Patriot Ketahanan Pangan PW Ansor Jawa Timur, H. Deny Prasetya, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk jihad kemandirian yang dikelola secara profesional oleh pemuda desa .(*/Yos)












