
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ketua panitia dies Natalis, Ardy Susanto SH, MI.Kom mengatakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-67, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2024 bertempat di Panti Asuhan Kasih Mulia Sejati, Bojong, Jakarta Barat.
Menurut ardy, Bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ISKA, yang tahun ini mengangkat tema “Berkarya, Mengabdi, dan Mewujudkan Harapan dalam Kesetaraan” melalui semangat solidaritas dan berbagi kasih.
Selain bakti sosial, panitia juga akan mengadakan kegiatan seminar tanggal 24 mei yang menghadirkan pembicara wakil menteri keuangan Thomas Djiwandono dan wartawan senior kompas Andreas Maryoto serta acara puncak dies natalis tanggal 31 Mei di Hotel Santika slipi Jakarta, katanya.

Sementara itu, ketua umum Presidium Pusat ISKA Ir. Lucky A Yusgiantoro, Bsc,MSc, Phd mengatakan Dies Natalis ISKA ke-67 menjadi momentum reflektif bagi para sarjana Katolik di Indonesia untuk semakin memperkuat komitmen kebangsaan dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Dalam semangat itulah kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan. Adapun tujuannya adalah Membantu kebutuhan dasar anak-anak di panti asuhan, baik berupa makanan, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya. Menutrut Luky. menghidupkan semangat pengabdian anggota ISKA, agar tidak hanya hadir sebagai intelektual dalam wacana publik, tetapi juga hadir secara konkret dalam aksi sosial kemasyarakatan.
Sekertaris Panitia, Frederikus Lusti Tulis, SIP.MH mengatakan Pemilihan Panti Asuhan Kasih Mulia Sejati sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain merupakan lembaga yang konsisten mendampingi anak-anak yatim dan kurang mampu, lokasi panti juga menjadi bagian dari wilayah urban Jakarta yang kerap luput dari perhatian publik, padahal memiliki kebutuhan sosial yang besar.
Melalui kegiatan ini, kata ferdi ISKA berharap dapat terus menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai iman, ilmu, dan kemanusiaan; serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergandengan tangan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial. (Rils/Bernard)











