
Makassar, satukanindonesia.com – DPP Partai NasDem telah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Makassar, yang telah ditutup pada Minggu (10/8). Forum yang berlangsung di Makassar itu menjadi ajang konsolidasi gagasan besar, di antaranya berupa penegakan konstitusi, reformasi sistem pemilu, percepatan legislasi pro rakyat, dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem, Dedy Ramanta, menjelaskan NasDem menegaskan komitmen menempatkan konstitusi sebagai hukum tertinggi. Partai ini menyatakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/2024 sebagai ultra vires atau melampaui kewenangan, sebab perubahan norma konstitusi adalah domain Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
NasDem mendesak DPR memprakarsai dialog konstitusional yang melibatkan MPR, Presiden, dan lembaga negara terkait, guna memastikan seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa tunduk pada UUD 1945.
NasDem juga mendorong percepatan pengesahan dua rancangan undang-undang penting, yakni RUU Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
“Keduanya dinilai menjadi payung hukum penting untuk melindungi kelompok marginal sekaligus mendorong transformasi sosial,” kata Dedy dalam keterangannya yang dilansir dari JawaPos.com, Senin (11/8).
Sementara di bidang politik, NasDem mengusulkan sistem pemilu terbuka yang dimodifikasi dengan kuota proporsional untuk memperkuat kelembagaan DPR. Posisi politik partai ditegaskan tetap menjadi pendukung pemerintah, namun menjaga kemandirian berpikir, mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan memberi solusi alternatif bagi kebijakan yang belum optimal.
Sementara pada ranah ekonomi, sosial, dan budaya, NasDem menetapkan visi kedaulatan ekonomi berbasis potensi lokal dan SDM unggul. Program prioritas meliputi penguatan UMKM, ekonomi kreatif, kemandirian pangan, hingga pengembangan energi terbarukan.
Partai NasDem juga mendorong revisi UU Hubungan Keuangan Pusat-Daerah terkait Dana Bagi Hasil, serta menekankan pentingnya mencegah deindustrialisasi, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih serta efektif.
“Dokumen rencana kerja hasil Rakernas I ini akan menjadi pedoman, arah perjuangan, dan panduan strategi-taktik NasDem,” ujar Dedy.
Dedy menambahkan, dengan semangat restorasi, seluruh jajaran NasDem berkomitmen mengawal hasil Rakernas sebagai agenda bersama demi kemajuan bangsa. Target besarnya, NasDem ingin mendominasi Pemilu 2029
“Ringkasan umumnya yakni agar target NasDem masuk dalam posisi 3 besar pada Pemilu 2029 bisa tercapai,” tegasnya.
Rakernas I 2025 ini bukan hanya forum internal partai, tetapi juga pesan terbuka bagi publik bahwa NasDem siap berada di garda terdepan dalam penataan hukum, penguatan demokrasi, dan pemerataan pembangunan ekonomi.
“Dengan menjadi pendukung pemerintah secara totalitas, kami berharap menjadi sahabat pemerintah,” pungkasnya.(***)













