
Surabaya, satukanindonesia.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendatangi Polrestabes Surabaya pada Senin (1/9) untuk bertemu para pelaku perusakan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi yang terjadi dua hari lalu.
Dalam pertemuan itu, Emil terkejut lantaran sebagian besar pelaku ternyata masih remaja belasan tahun yang masih duduk di bangku SMP dan awal SMA.
“Mereka ini anak-anak, belum mengerti, dan ternyata hanya ikut-ikutan,” ungkap Emil.
Ia juga menyempatkan diri bertemu dengan para orang tua dari remaja yang diamankan polisi. Menurut Emil, anak-anak ini tidak memiliki motif politik, melainkan diprovokasi pihak tak bertanggung jawab yang mengarahkan mereka menggunakan bom molotov dan alat perusakan lainnya.
“Anak-anak ini dimanfaatkan. Mereka diarahkan di lokasi untuk melakukan aksi anarkis,” jelasnya.
Meski begitu, Emil memastikan para pelaku di bawah umur akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk mendapat pembinaan.
“Kami berharap orang tua bisa mendampingi dan membimbing anak-anak ini agar tidak terjerumus lagi,” tegasnya. (Hizkia)












