• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Proyek Drainase Rp 1,43 Miliar di Kibing Disorot Warga: Jalan Rusak, Keselamatan Terabaikan, Dewan Minta Evaluasi

Proyek Drainase Rp 1,43 Miliar di Kibing Disorot Warga: Jalan Rusak, Keselamatan Terabaikan, Dewan Minta Evaluasi

Desember 1, 2025
Prabowo Akan Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus di Istana Sore Ini

Prabowo Akan Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus di Istana Sore Ini

Juni 8, 2026
Anggota Komisi XIII DPR Tegaskan Sektor Keimigrasian Tak Boleh Jadi Objek Transaksi Koruptif

Anggota Komisi XIII DPR Tegaskan Sektor Keimigrasian Tak Boleh Jadi Objek Transaksi Koruptif

Juni 8, 2026
ADVERTISEMENT
Plh Walkot Harris Bobihoe : Pemkot Dan BKSAP DPR RI Bahas Strategi UMKM Tembus Di Pasar Dunia

Plh Walkot Harris Bobihoe : Pemkot Dan BKSAP DPR RI Bahas Strategi UMKM Tembus Di Pasar Dunia

Juni 8, 2026
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 8-9 Juni 2026

Juni 8, 2026
Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Wamendagri Ribka Haluk Minta PIKI Berperan Aktif Mempengaruhi Kebijakan Publik

Juni 8, 2026
Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Kapolri Tegaskan Kalangan Sipil Dapat Duduki Jabatan Nonoperasional di Lingkungan Polri

Juni 8, 2026
Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Pemprov DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Sesuai Kemampuan Warga

Juni 8, 2026
Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Meutya Hafid Terima Penghargaan Global Technology Leadership

Juni 8, 2026
BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

BPOM: Tidak Semua Kemasan Bisa Diklaim BPA Free

Juni 8, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Proyek Drainase Rp 1,43 Miliar di Kibing Disorot Warga: Jalan Rusak, Keselamatan Terabaikan, Dewan Minta Evaluasi

(Daerah)

Desember 1, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
105
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Batam, satukanindonesia.com  – Pekerjaan peningkatan drainase di kawasan Perumahan Tembesi Centre, RT 001/RW 002, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, kembali menuai protes dari warga. Tim media yang melakukan pemantauan langsung di lokasi menemukan sejumlah masalah serius terkait standar teknis maupun keselamatan kerja.

Proyek senilai Rp 1.431.834.515 ini dikelola oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, dengan pelaksana CV Helonia Marsitta Maju dan konsultan pengawas CV Shine Engineering.

Namun kondisi lapangan menunjukkan pekerjaan dilakukan secara tidak teratur: tumpukan tanah setinggi hampir satu meter menutup akses jalan, galian tanpa pagar pengaman berada tepat di depan rumah warga, dan alat berat beroperasi sangat dekat dengan permukiman padat.

Rumah Warga Berdekatan dengan Tebing Galian

Hasil dokumentasi lapangan memperlihatkan beberapa berada hanya beberapa jengkal dari tepi galian. Ruang sempit antara konstruksi drainase dan bangunan rumah membuat risiko longsor dan amblas meningkat, terlebih dengan gundukan tanah besar yang dibiarkan menumpuk.

Air comberan dan sampah terlihat di saluran, menandakan tidak adanya manajemen aliran air selama pekerjaan berlangsung. Warga menilai pekerjaan berjalan tanpa perencanaan matang dan minim pengawasan.

RW: “Jalan Kami Hancur, Anak-anak Terancam”

Ketua RW, Gomson Silaban, mengungkapkan kekecewaannya atas cara kerja kontraktor.

“Proyek ini bukan usulan warga. Yang kami sesalkan, jalan lingkungan yang sebelumnya bagus kini rusak total. Motor tidak bisa lewat, anak-anak pun sulit berangkat sekolah karena tanah menutup jalan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek keselamatan:

“Tidak ada pembatas, tidak ada rambu. Galian tepat di depan rumah warga. Anak-anak bisa jatuh kapan saja. Ini sangat membahayakan.”

Gomson menegaskan baik pelaksana maupun pengawas tidak pernah berkoordinasi dengan warga sebelum memulai pekerjaan.
Warga Gelar Pertemuan Mendesak

Dalam foto lain yang diperoleh Sentralnews.com, tampak RW dan tokoh masyarakat menggelar pertemuan darurat di sisi galian untuk menyikapi keresahan warga.

Beberapa warga menyebut akses keluar-masuk rumah terganggu karena tumpukan tanah, sementara getaran alat berat dikhawatirkan mengganggu pondasi rumah.

DPRD Kota Batam Turun Mendengar Keluhan

Anggota DPRD Batam dari Fraksi PDI Perjuangan, Tapis Dabbal Siahaan, SH, turun langsung melihat kondisi lapangan dan berdialog dengan warga.

“Sebagai dewan, kami wajib menampung aspirasi masyarakat. Jika proyek tidak dilaksanakan sesuai standar, ini bisa menimbulkan masalah yang lebih besar,” ujarnya.

Tapis berkomitmen membawa persoalan ini ke instansi terkait.

“Keselamatan warga harus diutamakan. Pengawasan dan SOP wajib diperketat.”

Indikasi Ketidaksesuaian SOP di Lapangan

Dari hasil pantauan visual, ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian dengan standar konstruksi dan keselamatan kerja, antara lain:
Tidak ada pagar atau rambu keselamatan.
Tanah galian dibiarkan menutup jalan warga.
Aliran drainase dibiarkan kotor dan tersumbat sehingga rawan banjir.
Tidak ada penyangga sementara pada tepi galian dekat rumah.

Minimnya kehadiran petugas pengawas di lapangan.

Temuan ini memperkuat dugaan pengerjaan tidak dilakukan dengan manajemen risiko yang baik.

Warga Ajukan Tuntutan Resi
Sejumlah warga berencana mengirimkan surat keberatan ke pemerintah dan pihak terkait. Mereka menuntut:

1. Penghentian sementara proyek untuk evaluasi SOP keselamatan.

2. Perbaikan akses jalan yang rusak akibat aktivitas alat berat.

3. Evaluasi kinerja kontraktor dan konsultan pengawas.

4. Dialog terbuka bersama warga sebelum pengerjaan dilanjutkan.
Jika tuntutan tidak direspons, warga menyatakan siap menempuh jalur hukum.(Red/HAG)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BatamGomson SilabanKetua RWProyek Drainase
ShareTweetSend

Related Posts

Setelah Tiga Hari Pencarian  TNI AL Bersama SAR Gabungan Evakuasi Korban di Perairan Jembatan 5 Barulah Batam

Setelah Tiga Hari Pencarian  TNI AL Bersama SAR Gabungan Evakuasi Korban di Perairan Jembatan 5 Barulah Batam

Maret 30, 2026
Amsakar-Li Claudia Sukses Jadikan Batam Terbaik se-Kepri dan Masuk 13 Besar Nasional Pencegahan Korupsi

Amsakar-Li Claudia Sukses Jadikan Batam Terbaik se-Kepri dan Masuk 13 Besar Nasional Pencegahan Korupsi

Maret 19, 2026
THR Pekerja Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

THR Pekerja Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

Maret 11, 2026

Kebakaran Hutan Lindung di Bukit Dangas Sekupang, Damkar Kemenhut Batam Tim A Manggala Agni reaksi cepat padamkan api.

Januari 24, 2026

Dari Aspirasi Warga Tanjung Sengkuang, Pemerintah Bergerak Cepat Atasi Soal Air Bersih

Januari 23, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?