Bengkulu Utara, SatukanIndonesia.com – Tokoh pemuda Bengkulu yang juga saat ini sedang menjabat sebagai Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bengkulu, Restu Alam, menghadiri kegiatan Seminar Daerah Kepemudaan Anti-Narkoba yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ratu Samban (UNRAS), Selasa (10/3/2026) di Aula UNRAS, Kota Argamakmur.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama BEM UNRAS Menyongsong Bonus Demografi, Membangun Generasi Muda Bengkulu Utara yang Berkarakter, Berjiwa Kepemimpinan dan Bebas Narkoba” tersebut diikuti oleh para pelajar SMA sederajat se-Kota Argamakmur.
Dalam kesempatan tersebut, Restu Alam hadir sebagai narasumber dengan materi *“Pandangan Tokoh Pemuda Bengkulu terhadap Bahaya Narkoba di Kalangan Generasi Muda.”* Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa generasi muda hari ini sedang menghadapi ancaman serius dari penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, serta organisasi kepemudaan.
“Generasi muda adalah kekuatan utama bangsa. Jika generasi muda rusak oleh narkoba, maka masa depan daerah dan bangsa juga terancam. Karena itu semua pihak harus hadir dan serius dalam upaya pencegahan,” ujar Restu dalam penyampaiannya di hadapan para peserta seminar.
Namun demikian, Restu Alam mengaku menyayangkan ketidakhadiran Bupati Bengkulu Utara dan Kapolres Bengkulu Utara untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan yang menyangkut masa depan generasi muda seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dengan membersamai kegiatan sampai akhir.
“Kami tentu mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini. Namun kami juga merasa kecewa karena Bupati tidak hadir dan Kapolres tidak dapat membersamai kegiatan ini hingga selesai. Padahal forum seperti ini sangat penting untuk menunjukkan keseriusan kita bersama dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” ungkapnya.
Restu menegaskan bahwa upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba membutuhkan kolaborasi nyata dari seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kampus, serta organisasi kepemudaan.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seminar semata, tetapi dapat berlanjut pada program pembinaan dan gerakan nyata yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjauhi narkoba.
Seminar tersebut ditutup dengan sesi diskusi bersama para peserta serta foto bersama antara narasumber, panitia, dan peserta kegiatan.
(Lafif)













