
Surabaya, SatukanIndonesia.com – Di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, Kapolri Jend.Pol. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan negara, tetapi juga pada persatuan sosial masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat bersilaturahmi dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Selasa kemarin (10/3), dalam rangka Safari Ramadan.
Bagi Kapolri Ke-26 ini, kalangan buruh merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, ia mengajak para pekerja untuk tetap menjaga solidaritas dan kebersamaan menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari tekanan ekonomi hingga ketidakpastian geopolitik.
Pertemuan di Kantor DPD KSPSI Jawa Timur itu dihadiri Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto, serta sejumlah pengurus serikat pekerja dan pejabat Polri.
Dalam dialog tersebut, Kapolri menekankan bahwa kondisi global yang penuh ketidakpastian mulai dari konflik geopolitik hingga tekanan ekonomi dunia membutuhkan solidaritas seluruh elemen bangsa.
Menurutnya stabilitas nasional hanya dapat dijaga apabila masyarakat, pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan berjalan dalam semangat kebersamaan.
“Persatuan menjadi kekuatan kita. Ketika semua elemen bangsa bergerak bersama, berbagai tantangan dapat dihadapi,” ujar Mantan Kapolda Banten dan Kabagreskrim Polri tersebut di hadapan para pimpinan serikat pekerja.
Pada bagian lain lulusan Akpol Angkatan 1991 ini juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan iklim investasi yang kondusif akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk kalangan pekerja.
Menanggapi hal ini, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan menyambut baik dialog tersebut. Ia menilai komunikasi terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan kalangan buruh menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan industrial yang sehat sekaligus stabilitas sosial.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Stabilitas sosial, menurutnya, akan membuka ruang lebih luas bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Pesan Kapolri tersebut dinilai sejalan dengan konsep Perpolisian Masyarakat (Polmas) atau community policing yang selama ini banyak disampaikan oleh pakar kepolisian Hermawan Sulistyo. Dalam berbagai kesempatan, Hermawan menekankan bahwa keamanan tidak bisa hanya bertumpu pada aparat negara, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Dalam kajian mengenai community policing, dalam berbagai kesempatan Prof (Ris) Hermawan menjelaskan bahwa Polmas adalah pendekatan pemolisian yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Konsep ini menekankan kemitraan antara polisi dan masyarakat untuk memecahkan persoalan sosial secara bersama.
Dalam berbagai kesempatan Prof Kikiek yang juga Penasihat Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan pemolisian modern sangat bergantung pada kepercayaan dan partisipasi publik.
Dalam salah satu pernyataannya, Prof Kiekiek menjelaskan, “Polisi harus menjaga keseimbangan antara ruang publik, ruang privat, dan ruang negara.”
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum semata, tetapi juga melalui relasi sosial yang kuat antara aparat dan masyarakat.
Karena itu, ajakan Kapolri kepada kalangan buruh untuk memperkuat persatuan dapat dilihat sebagai bagian dari semangat Polmas: membangun keamanan melalui kolaborasi sosial, bukan semata pendekatan kekuasaan.
Kegiatan silaturahmi tersebut juga diisi dengan pelayanan kesehatan bagi buruh serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antara negara dan masyarakat pekerja.
Silaturahmi antara Kapolri dan kalangan buruh itu pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadan. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas nasional dibangun melalui dialog dan kepercayaan antara negara dan masyarakat.
Di tengah dunia yang terus berubah.
Pesan yang muncul dari pertemuan itu sederhana namun mendasar: keamanan dan ketertiban bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan institusi negara, tetapi juga oleh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan (Yos/Gun).













