
Banyuwangi, satukanindonesia.com – Terkait kelangkaan solar yang terjadi di Genteng Wetan sabagaimana telah dilansir sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah penyelidikan dugaan selisih muatan BBM pada satu unit mobil tangki yang diamankan Polresta Banyuwangi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah satukanindonesia.com mengkonfirmasi penyitaan truk tangki di SPBU 54.684.15 Genteng Wetan berdampak pada penghentian sementara layanan Bio Solar di SPBU tersebut. Kondisi itu membuat sebagian konsumen terpaksa mencari solar ke SPBU lain karena nozzle pengisian masih disegel sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, melalui keterangan tertulisnya mengatakan perusahaan menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan mendukung penuh upaya penegakan hukum.
“Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Kami menyerahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang dan mendukung upaya pengumpulan fakta agar permasalahan ini dapat ditangani secara objektif dan transparan,” ujarnya.
Menurut Ahad, tim keamanan Pertamina bersama Polresta Banyuwangi masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Awak Mobil Tangki (AMT) guna memperoleh informasi secara menyeluruh terkait peristiwa tersebut.
Ia menegaskan Pertamina memiliki komitmen menjaga integritas dalam proses distribusi BBM. Apabila hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran oleh oknum, perusahaan akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan perusahaan maupun peraturan perundang-undangan.
“Pertamina tidak mentoleransi segala bentuk penyimpangan dalam proses distribusi energi. Jika terbukti terdapat pelanggaran, tentu akan ada tindak lanjut dan sanksi sesuai aturan perusahaan maupun ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, Pertamina memastikan proses pemeriksaan tersebut tidak mengganggu distribusi BBM secara umum. Perusahaan terus memperkuat pengawasan di seluruh rantai distribusi agar penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan aman dan sesuai prosedur.
Sebagai bagian dari pengawasan, seluruh armada mobil tangki telah dilengkapi sistem pemantauan berbasis GPS dan menjalani pemeriksaan serta evaluasi berkala quntuk memastikan standar operasional dipenuhi.
Pertamina menegaskan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi dasar dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Perusahaan juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan aparat hingga proses penyelidikan di Banyuwangi selesai dan seluruh fakta terungkap. _(Yos)_













