
Pasuruan, satukanindonesia.com – Antrean kendaraan mengular lebih dari 200 meter terjadi di SPBU Pertamina 54.671.37 Bypass Melaten, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/6). Puluhan kendaraan, mulai truk besar, truk kontainer, pick up hingga bus, rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan BBM jenis solar subsidi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mulai terbentuk sejak sekitar Pkl. 7.00 WIB. Barisan kendaraan memanjang hingga mencapai lebih dari 200 meter.
Para pengemudi berharap dapat segera mengisi bahan bakar agar dapat melanjutkan perjalanan maupun aktivitas distribusi barang menuju Malang, Surabaya maupun Jawa Timur bagian timur.
Namun harapan itu pupus. Setelah menunggu hampir satu jam, sekitar pukul 07.30 WIB petugas SPBU mengumumkan stok solar subsidi telah habis. Akibatnya, puluhan kendaraan yang masih berada dalam antrean terpaksa tidak mendapatkan solar.
Kekecewaan tampak jelas dari raut wajah para sopir. Bahkan, beberapa pengemudi yang sudah berada di dekat dispenser pengisian tetap harus meninggalkan SPBU tanpa memperoleh solar setelah mengantre cukup lama.
Suasana sempat memanas ketika salah seorang sopir melontarkan protes kepada petugas pengisian.
“Paling sampeyan nimbun solare,” celetuk sopir tersebut.
Petugas tetap melayani dengan tenang dan menjawab, “Lapo, Mas, nimbun. Memang jatahe wis entek.”
Percakapan singkat itu menggambarkan kekecewaan para pengemudi yang bergantung pada solar subsidi untuk menunjang aktivitas angkutan barang dan jasa setiap hari.
Pantauan media ini juga menunjukkan papan informasi di SPBU tidak mencantumkan informasi harga BBM sebagaimana lazim terlihat di sejumlah SPBU Pertamina.
Hingga berita ini ditulis, jurnalis media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Konfirmasi tersebut antara lain terkait jumlah alokasi solar subsidi yang diterima SPBU 54.671.37 Pandaan, mekanisme penyaluran BBM bersubsidi dari Pertamina ke SPBU, besaran kuota yang diterima setiap SPBU, serta penyebab stok solar subsidi telah habis pada pukul 07.30 WIB.
Selain itu, satukanindonesia.com juga meminta penjelasan mengenai ketentuan pencantuman informasi harga BBM pada papan informasi SPBU. Sebab, saat peristiwa antrean terjadi, papan informasi di lokasi tidak menampilkan harga BBM sebagaimana lazim dijumpai di SPBU. Apabila konfirmasi (Sunaji/Yos)













