
NABIRE, satukanindonesia.com – Guna mempersiapkan generasi baru sebagai penerus gerakan kebudayaan. Komunitas Sastra Papua (KO’SAPA) memperkuat konsolidasi gerakan pelestarian sastra, budaya, dan literasi Papua melalui konsolidasi.
Dalam keterangan pers, KO’SAPA menetapkan visi organisasi, yakni “Mengader anak-anak Papua dalam bidang kebudayaan dan literasi Papua.”
Organisasi juga melakukan restrukturisasi kepengurusan dengan menunjuk Mecky Tebai sebagai Koordinator Umum, didampingi Musa Boma dan Hengky Yeimo sebagai Sekretaris serta Theresia Tekege sebagai Bendahara.
Selain pembenahan struktur, KO’SAPA membentuk Koordinator Wilayah berdasarkan tujuh wilayah adat Papua untuk memperkuat pendokumentasian, pelestarian, dan pengembangan sastra serta budaya lokal.
Organisasi juga menetapkan delapan bidang kerja, mulai dari riset, penerbitan, literasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), media, hingga diplomasi kebudayaan.
Sebagai komunitas yang berdiri sejak 6 Mei 2009, KO’SAPA menyatakan, semangat gerakannya terinspirasi dari perjuangan kebudayaan Arnold C. Ap dan Mambesak dalam membangkitkan kebanggaan terhadap identitas budaya Papua.
Melalui berbagai program, KO’SAPA berkomitmen mendorong lahirnya penulis, peneliti, seniman, dan pegiat literasi Papua yang mampu mendokumentasikan sekaligus mewariskan kekayaan sastra kepada generasi berikutnya.
Dalam agenda kerjanya, KO’SAPA akan mengembangkan diskusi rutin, pelatihan menulis, panggung budaya, penerbitan buku, Festival Literasi Papua, Kongres Pendidikan dan Sastra Papua, hingga pembangunan jejaring dengan komunitas sastra di tingkat nasional dan internasional.
KO’SAPA mengajak pemerintah, akademisi, gereja, komunitas, pegiat budaya, dan seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, dan mewariskan sastra serta budaya Papua sebagai identitas yang harus tetap hidup di tengah perubahan zaman. [GRW]











