• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Akademisi UI Soroti Arah Baru Polri di Forum Dunia

Akademisi UI Soroti Arah Baru Polri di Forum Dunia

Oktober 13, 2026
Koordinator APPTHI Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Hukum di Wilayah Timur

Koordinator APPTHI Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Hukum di Wilayah Timur

Oktober 14, 2026
8 Fraksi DPRD Batam Dukung Pembahasan Revisi Perda Ketertiban Umum

8 Fraksi DPRD Batam Dukung Pembahasan Revisi Perda Ketertiban Umum

Oktober 14, 2026
ADVERTISEMENT
PBJS Jabodetabek Gelar Pesta Parolopolopon Tahun 2026, Prof. Pantas Silaban : Silaban Masihol Dihasadaon

PBJS Jabodetabek Gelar Pesta Parolopolopon Tahun 2026, Prof. Pantas Silaban : Silaban Masihol Dihasadaon

Oktober 14, 2026
Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Biarkan PBB berkunjung ke Papua Barat, Indonesia Tidak Perlu Takut

Oktober 14, 2026
Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Gagalkan Peredaran Narkotika, TNI AL Amankan Ribuan  Cartridge Liquid Vape Terindikasi Kokain Liquid di Lampung

Oktober 14, 2026
Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Pererat Persahabatan di Fiji, Satgas Port Visit 2026 Hadirkan Bakti Sosial Lintas Komunitas

Oktober 14, 2026
Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Perkuat Pertahanan, TNI dan ADF Latihan Gabungan di Banyuwangi

Oktober 14, 2026
Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Menperin Dorong Industri Nasional Manfaatkan Wajib Halal 2026 untuk Tingkatkan Daya Saing Produk hingga Pasar Global

Oktober 14, 2026
Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Kabut Asap Karhutla Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan

Oktober 14, 2026
KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

KPK OTT BNPB,  Tangkap Sestama Rustian dan Sita Uang-Emas Rp1,4 Miliar

Oktober 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Akademisi UI Soroti Arah Baru Polri di Forum Dunia

(Fokus Berita (

Oktober 13, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
22
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Foto istimewa

JAKARTA, satukanindonesia.com – Dunia sedang berlomba menciptakan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin canggih. Namun, kemajuan tersebut menghadirkan sebuah paradoks bahwa teknologi yang dapat membantu manusia bekerja lebih cepat, juga dapat dimanfaatkan untuk menipu, memanipulasi identitas, dan memperluas jangkauan kejahatan.

Di tengah perkembangan tersebut, Indonesia memiliki tantangan yang tidak kalah penting dibandingkan pengembangan teknologi itu sendiri, yakni memastikan masyarakat tetap memperoleh perlindungan ketika ancaman digital semakin sulit dikenali.

Perspektif ini disampaikan Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS, akademisi Program Vokasi Universitas Indonesia (UI), salah satu pembicara dalam rangkaian Global Digital Forum II 2026 di Moskow.

Ajang dunia ini mempertemukan akademisi, pengembang teknologi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan digital dengan partisipasi lebih dari 100 negara, dihadiri lebih dari 1.000 pakar teknologi informasi, 50 tamu VVIP (level menteri), serta lebih dari 50 perusahaan teknologi.

Di tengah pertemuan internasional tersebut, Devie menghadirkan perspektif Indonesia melalui paparan bertajuk “More Than Words. Beyond Code. Back to Humanity. Why Language, Culture & Community Matter in AI.”

Dalam konteks Indonesia, salah satu penerapan terpenting dari prinsip tersebut adalah perlindungan masyarakat terhadap kejahatan digital.

“Dulu, kita mengajarkan masyarakat agar berhati-hati terhadap orang asing. Sekarang, bahkan suara orang yang kita kenal dapat dipalsukan dengan teknologi. Wajah dapat direkayasa, identitas dapat ditiru, dan pesan penipuan dapat dibuat semakin meyakinkan. Artinya, ketika teknologi mengubah cara kejahatan bekerja, perlindungan masyarakat juga harus terus berkembang,”ujar Devie.

Dia menilai, pendekatan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang menjadi arah kepemimpinan Polri di bawah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, memiliki relevansi dengan perkembangan konsep keamanan modern.

Menurutnya, perubahan dari kata untuk menjadi bersama, mengandung pergeseran filosofis yang penting. Kata untuk menempatkan masyarakat sebagai penerima pelayanan. Sementara kata bersama menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam mengenali ancaman, mencegah kejahatan, dan membangun keamanan.

“Dalam kajian kepolisian modern, kita mengenal community policing, yakni pendekatan yang menekankan kemitraan, pemecahan masalah, dan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Prinsip ini menjadi semakin penting di era digital, karena banyak ancaman justru pertama kali diketahui oleh masyarakat yang mengalaminya,”jelas Devie, penerima Beasiswa DAAD dari Pemerintah Jerman ini.

Pengajar tetap program Public Relations ini mengapresiasi orientasi kepemimpinan yang membuka ruang lebih luas bagi kepolisian untuk mendengar keluhan, menerima kritik, dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.

Bagi Devie, kritik publik dapat dipahami sebagai bentuk real-time feedback atau umpan balik langsung yang membantu organisasi mengidentifikasi kelemahan pelayanan.

“Dalam teknologi, sistem yang baik harus mampu menerima umpan balik dan terus diperbaiki. Institusi publik juga demikian. Polisi yang mau mendengar bukan menunjukkan kelemahan, melainkan kemampuan untuk belajar dan memperbaiki diri. Namun, filosofi tersebut harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang konsisten, mudah diakses, serta dapat dievaluasi secara terbuka,“seru Devie.

Salah satu persoalan yang menurut Devie perlu mendapat perhatian dalam transformasi pelayanan kepolisian adalah persepsi masyarakat bahwa suatu kasus baru memperoleh perhatian setelah ramai di media sosial.

Untuk itu, komitmen Polri untuk mengakhiri fenomena no viral, no justice patut didukung melalui penguatan sistem pelayanan dan akuntabilitas penanganan perkara.

Di sinilah transformasi digital kepolisian menjadi penting, melalui kanal pengaduan yang mudah diakses, layanan 110, informasi perkembangan penanganan perkara, serta mekanisme tindak lanjut yang transparan dapat membantu memperpendek jarak antara masyarakat dan pelayanan kepolisian.

Devie menilai, keberhasilan pendekatan tersebut perlu diukur melalui indikator konkret, seperti kecepatan respons, kepastian tindak lanjut, penyelesaian pengaduan, dan pengalaman masyarakat saat memperoleh pelayanan.

“Teknologi seharusnya tidak membuat polisi semakin jauh dari masyarakat. Justru teknologi harus membuat pelayanan dan keadilan semakin dekat,”tegasnya.

Devie juga mengangkat gagasan, pengalaman kepolisian dalam menangani perkara merupakan sumber pengetahuan yang berharga bagi pencegahan kejahatan.

Setiap kasus penipuan digital dapat memberikan informasi mengenai modus yang berkembang, kelompok masyarakat yang rentan, pola komunikasi pelaku, serta celah keamanan yang dimanfaatkan. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Akademisi UIPolri
ShareTweetSend

Related Posts

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Oktober 11, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

September 25, 2026
Jaga Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

Jaga Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

September 25, 2026

Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

September 5, 2026

TNI AL Bersama Polri Laksanakan Pengecekan dan Pemadaman Karthutlla di Kubu Raya

Agustus 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?