
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kembali membicarakan opsi pembelajaran tatap muka setelah seluruh tenaga pendidik sudah mendapat vaksin corona.
Menurutnya, hal ini penting karena opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak seoptimal tatap muka.
“Menurut kami tapi prioritas nomor satu sekarang dan Komisi X DPR sangat setuju ini prioritas nomor 1 adalah mengembalikan anak ke tatap muka. Karena mau enggak mau sebagus apa pun dengan peralatan apa pun PJJ tidak mungkin seoptimal tatap muka,” kata Nadiem dalam diskusi virtual di Forum Merdeka Barat, Kamis (1/4/2021).
Kata Nadiem, begitu banyak anak Indonesia yang mengalami kendala-kendala selama PJJ. Dan kendala itu tak ada solusinya, misalnya seperti jaringan internet yang tidak baik.
“Kami dan Komisi X mendorong untuk Pemda-pemda yang daerah-daerahnya sangat sulit untuk melaksanakan PJJ untuk segera mengembalikan anak-anak kepada sekolah. Dengan protokol kesehatan, enggak apa-apa mulailah dulu,” ungkap dia.
“Tapi harapannya saat kita sudah terbiasa latihan 2 bulan, 3 bulan ini. Pada saat masuk tahun ajaran baru itu kita sudah bisa mengikuti disiplin yang baik,” sambungnya.
Ia menambahkan, risiko penularan terbesar itu bukan di anak muda tetapi di orang-orang dewasanya. Oleh karena itu, gurunya wajib dulu.
“Tapi benar sekali yang Pak Dede Yusuf (Komisi IX) bilang tadi bahwa anak-anak makanya kita berikan hak pada orang tua untuk tidak mengirim anaknya ke tatap muka. Karena kalau orang tuanya punya komorbiditasnya tinggi sebaiknya anaknya jangan sekolah dulu, itu saya sangat setuju,” jelas dia.
“Makanya itu kita berikan kepada masing-masing orang tua untuk menentukan tingkat risikonya tapi sekolahnya harus memberikan opsi tersebut bagi anak-anak yang sudah tidak kuat lagi dan menginginkan kembali sekolah,” tutup Nadiem. (FA/SI).













