
SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dilaksanakan di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Minggu (11/11/18). Jokowi hadir dengan mengenakan kemeja berwarna hijau dan tiba dilokasi acara sekitar pukul 19.30 WIB.
Mengusung tema “Muda Menangkan Indonesia”, HUT ke-4 PSI ini diberi nama Festival 11 dan dihadiri oleh ribuan kader partai PSI dan simpatisannya serta tamu undangan.
Ada yang menarik dalam Festival 11 PSI ini ketika Ketua Umum PSI Grace Natalie menyapa Jokowi dengan sebutan “Bro”, sapaan yang sama juga Grace gunakan untuk menyapa kader PSI lainnya.
“Selamat malam Bro Joko Widodo, Mohon maaf pak saya panggil begitu, karena yang ada di sini dipanggil dengan sebutan itu” sapa Grace kepada Jokowi yang disambut tawa Jokowi dan sorakan kader PSI yang hadir dalam acara tersebut.
PSI dikenal sebagai partai yang memanggil kadernya satu sama lain dengan sebutan “bro” untuk pria, dan “sis’ untuk wanita. Dan panggilan akrab para kader tersebut, juga disematkan oleh Grace ketika menyapa Jokowi yang hadir.

Jokowi salah satu sosok inspirasi PSI
Dalam sambutannya, Grace menuturkan tentang politik saat ini yang dikenal semakin memburuk dan identik dengan kekuasaan sehingga bisa membahayakan demokrasi kedepannya.
Selanjutnya, Grace bercerita awal mula Partai Solidaritas Indonesia (PSI) didirikan empat tahun yang lalu. Ia mengatakan, melihat persatuan nasional terancam oleh korupsi dan intoleransi, maka dibentuklah PSI.
“Tapi kamu juga melihat sebuah harapan. Titik terang itu bernama Joko Widodo,” ujar Grace sambil diiringi sorakan dari para kader.
“Seorang presiden yang mendobrak tradisi kekuasaan yang didominasi elit politk lama. Bro Jokowi mengalami masa kecil yang prihatin. Tapi berkat kerja keras, Beliau menduduki jabatan tertinggi di negeri ini,” katanya lagi.
Hal itu, kata dia, bermakna siapa saja dan dari latar belakang mana pun, bisa menjadi apapun yang diinginkan asalkan tetap bekerja keras.
Politik “Genderuwo“
Dalam sambutannya di acara HUT ke-PSI ini, Jokowi kembali mengungkit tentang politik menakut-nakuti atau yang ia sebut politik genderuwo. Jokowi menyebut ada pihak di dalam negeri yang mencoba menakut-nakuti anak muda Indonesia.
Namun Jokowi kembali menegaskan bahwa politik menakut-nakuti atau yang ia sebut politik genderuwo itu tidak akan ditakuti oleh anak-anak muda Indonesia.
“Ada dari dalam negeri yang menakut-nakuti anak-anak muda kita sendiri,” kata Jokowi.
Padahal, menurut Jokowi anak muda Indonesia justru ditakuti oleh negara-negara lain. Salah satunya, kata Jokowi adalah negara Malaysia yang takut dengan startup gojek. Gojek diketahui didirikan oleh anak muda Indonesia bernama Nadiem Makarim.
“Mereka (Malaysia) ngomong saya kok, sehingga akan menghambat untuk masuk mengintervensi pasar,” ujarnya.
Jokowi menyebut yang dibutuhkan anak muda bukanlah ketakutan, tapi justru narasi, suasana, serta kepemimpinan yang mampu menimbulkan keberanian.
“Bukan politik genderuwo yang menebarkan ketakutan,” ucap Jokowi.
Soal politik genderuwo tersebut, Jokowi meyakini jika anak muda Indonesia tidak akan takut dengan politik genderuwo. “Anak muda yang pasti tidak pernah takut pada itu,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni serta kader dan simpatisan PSI dari berbagai daerah di Indonesia. (*)













