
Alaska, SatukanIndonesia.com – Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat (AS) telah selesai memasang susunan radar dan menyelesaikan konstruksi militer untuk Radar Diskriminasi Jarak Jauh (LRDR).
Badan Pertahanan AS mengadakan upacara 6 Desember 2021 di lokasi radar di Clear Space Force Station, Alaska, yang menyatakan peluncuran awal radar.
Baca Juga: Joe Biden Siap Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Rusia, Jika Berani Invasi Ukraina
Radar ini dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap rudal balistik yang masuk dari negara-negara ‘nakal’, seperti Korea Utara (Korut).
Wakil Laksamana Jon Hill, Direktur Badan Pertahanan Rudal AS, menjelaskan, radar diskriminasi jarak jauh (LRDR) baru akan cukup kuat untuk membedakan atau mengidentifikasi objek mematikan, seperti hulu ledak. Ini memungkinkan AS untuk berhasil mencegat objek tersebut.
Baca Juga: Iran: Arus Itu Telah Berbalik dan Sekarang Amerika Serikat yang Akan Menderita
“Ada negara jahat di sana (di wilayah INDO-PACOM) yang menargetkan Amerika Serikat, (telah) menunjukkan kemampuan rudal balistik berkali-kali dan baru-baru ini,” kata Hill dalam meja bundar media virtual, merujuk pada Korut.
“Jadi, radar itu ditempatkan secara strategis di Alaska, sehingga dengan bidang pandang yang luas ini kita bisa menangkap ancaman yang datang dari wilayah itu,” tambah Hill, seperti dikutip dari Yonhap, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga: Erdogan: Turki Ingin Tingkatkan Hubungan dengan Israel dan Mesir
Pernyataan ini datang tak lama setelah AS menandai peluncuran awal radar baru, yang menurut direktur MDA kemungkinan akan beroperasi penuh “kira-kira pada tahun 2023” setelah pengujian dan integrasi sistem.
AS mulai membangun radar jarak jauh setelah serangkaian provokasi rudal dari Korea Utara. (Nal/SI)













