
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listiyo Sigit Prabowo meninjau lokasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan TImur.
Dalam meninjau pembangunan IKN, Kapolri Listiyo didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor.
Baca Juga: Mampir ke Kelenteng Tien Kok Sie, Ganjar Pranowo Cek Persiapan Imlek 2022
Kapolri Listiyo mengatakan, kunjungannya bersama pihak dari sejumlah kementerian terkait dan Forkopimda Kaltim serta pejabat utama Mabes Polri itu untuk memastikan perkembangan pembangunan IKN berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
“Tentunya kami ingin tahu secara langsung kondisi di lapangan terkait dengan penjadwalan yang ada, apakah di dalam pelaksanaannya masih ada kendala atau tidak,” kata KapolriListiyo.
Kapolri Listiyo menambahkan, kunjungannya juga untuk melihat dan mendengar serta memberikan arahan guna mengantisipasi segala bentuk gangguan ataupun permasalahan yang dapat mengganggu progres pembangunan tersebut.
Baca Juga: Hadiri Refleksi Tahun Baru Imlek, Cak Imin: Kebinekaan dan Kesetaraan Tak Bisa Ditawar
Kapolri Listiyo melanjutkan, saat ini Undang-undang (UU) IKN telah ditetapkan. Untuk itu, dia meminta semua stakeholder memastikan perkembangan pembangunan IKN segera dilaksanakan dan semuanya bisa berjalan dengan aman dan lancar.
Kapolri Listiyo menyampaikan, dari kunjungan ini diketahui ada sedikit permasalahan dalam pembangunan IKN.
Namun, semua permasalahan diselesaikan melalui jalur musyawarah maupun proses yang sudah disiapkan.
Baca Juga: Peringati Peristiwa Lengkong, Prabowo: Kemerdekaan Kita Itu Bukanlah Hadiah

“Sehingga secara umum untuk progres pembangunan IKN tak ada kendala yang berarti,” ucapnya. Kapolri Listiyo mengatakan, pembangunan IKN ke depan bukan hanya sekedar membangun ibu kota baru, tetapi bagaimana pemerintah menyiapkan kebutuhan untuk seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan, dengan adanya pembangunan ibu kota baru dengan nama Nusantara itu, pemerataan pembangunan dan ekonomi akan terjadi dan kemudian beban yang selama ini terjadi di Jakarta bisa terbagi.
“Kita lihat ibu kota yang dibangun memiliki konsep smart forest dan itu sejalan dengan apa yang menjadi kesepakatan internasional di mana yang menjadi rencana pembangunan ibu kota nanti memiliki visi ramah lingkungan dan menjadi harapan, bisa menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Kapolri Listiyo.
“Kita lihat di beberapa negara dengan memindahkan ibu kotanya sehingga menjadi ibu kota terbaik di dunia dan kita harap IKN menjawab tantangan itu. Selain itu terjadi pemerataan pembangunan, ekonomi, menjadi kota ramah lingkungan dan dikenal dunia,” tambahnya. (nal/SI)













