
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pada Tahun ini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal mendeklarasikan diri sebagai Capres 2024, hal tersebut merupakan prediksi dari Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.
“Tahun ini, tahun ini (deklarasi),” ujar Muzani di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/2).
Baca Juga: Survei Populi Center: Mayoritas Warga Jakarta Pilih Anies Jika Pilpres Diadakan Hari Ini
Ia menjelaskan, Prabowo memiliki kewenangan penuh dalam menentukan hal-hal terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hal tersebut diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Gerindra.
“Anggaran dasar/anggaran rumah tangga memberikan kewenangan penuh untuk menentukan calon presiden dan calon wakil presiden. Artinya, Pak Prabowo bisa menetapkan dirinya kapan pun,” ujar Muzani.
Deklarasi urung dilakukan oleh Prabowo karena ihwal Pilpres 2024 merupakan sesuatu yang penting bagi Partai Gerindra. Ia hanya meminta masyarakat untuk menunggu kapan deklarasi tersebut akan dilaksanakan.
Baca Juga: Puan Maharani Dibikin Kesal, Ternyata Karena Ini
“Sebagai seorang demokratis Pak Prabowo biasanya dalam menetapkan suatu keputusan penting, apalagi ini soal negara, soal pemimpin bangsa, soal presiden, beliau biasanya panggil. Ada seremoninya, ini yang juga kita tunggu undangannya,” ujar Muzani.
Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei terkait prospek partai politik dan calon presiden (capres).
Hasilnya, dua nama teratas masih ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Walikota Solo Gibran Rakabuming Diduga Langgar UU 23/2004
Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas menjelaskan bahwa pihaknya menanyakan kepada responden dalam format semiterbuka bila pemilihan presiden (pilpres) dilakukan sekarang. Dari 43 nama, elektabilitas Prabowo (19,7 persen) dan Ganjar (19,2 persen).
Kendati demikian, elektabilitas Prabowo cenderung stagnan dari hasil survei pada Maret 2020. Saat itu, elektabilitas menteri pertahanan itu sebesar 19,5 persen dan kemudian naik menjadi 21,5 persen pada Mei 2021.
Berbeda dengan Ganjar, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengalami kenaikan elektabilitas mencapai 100 persen. Pada Maret 2020, elektabilitasnya sebesar 6,9 persen dan menjadi 19,2 persen pada Desember 2021. (nal/SI)













