
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang kesal karena ada Gubernur yang tak mau menyambut dirinya, saat melakukan kunjungan daerah masih menjadi perbincangan publik.
Terkait hal tersebut, Pengamat Politik Adi Prayitno memberi tanggapan, menurut Adi, sindiran tersebut diduga kuat tertuju pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Meski demikian, Adi menilai bahwa sindiran itu justru membuat Ganjar Pranowo menuai simpati dari masyarakat.
Baca Juga: NasDem Pertimbangkan Tiga Nama Ini untuk Diusung Jadi Capres 2024
“Semakin diserang (oleh Puan), semakin mengalir deras simpati yang berdatangan kepada Ganjar,” ujar Adi, dikutip dari Genpi.co, Rabu (16/2/2022).
Adi meyakini bahwa kekesalan Puan tersebut ditujukan untuk orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.
Pasalnya, menurut dia, ada beberapa tanda yang muncul dalam perseteruan ini.
“Publik menduga pernyataan Puan ditujukan kepada Ganjar karena suatu alasan. Saat peresmian pasar di Solo, Ganjar ke Jakarta dan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk rapat tentang Covid-19,”ucapnya.
Baca Juga: Begini Respon Golkar Terkait Masukan 30 persen Keterwakilan Perempuan di Penyelenggara Pemilu
Sebab, menurut Adi, hanya Ganjar sebagai kepala daerah di Jawa Tengah yang tidak menyambut Puan saat kunjungan kerja karena ada keperluan bertemu presiden.
“Kalau yang dimaksud itu Ganjar, publik juga jadi bingung. Dulu Ganjar tak diundang saat rapat konsolidasi di Jateng. Giliran Ganjar rapat dengan presiden malah jadi masalah serius,” beber Adi.
Di sisi lain, Ganjar Pranowo juga sempat angkat suara terkait pernyataan Puan Maharani yang diduga menyindirnya.
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar Jauh Tertinggal Dari Prabowo dan Anies
Ganjar mengatakan bahwa dirinya akan memberi sambutan jika anak dari Megawati Soekarnoputri itu mampir kembali ke Jawa Tengah.
Bahkan, orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga bersedia berdiri di garis paling depan untuk menyambut Puan Maharani.
“Siap, nanti kalau (Puan Maharani) ke Jawa Tengah, saya sambut paling depan,” kata Ganjar saat berada di Desa Wadas, Minggu (13/2/2022). (nal/SI)













