
Toba, SatukanIndonesia.Com -Saat ini populasi ikan red devil atau ikan iblis merah menjadi masalah besar bagi masyarakat nelayan tangkap disekitar pinggiran Danau Toba, dan berdampak besar terhadap mata pencaharian mereka, sebab kehadiran populasi ikan predator ini cukup membuat nelayan tangkap sekitar Danau Toba geleng kepala, karna harga jual dipasar tradisional sangat memprihatikan.
Sebelum kehadiran Ikan Tayotayo (sebutan red devil bagi masyarakat sekitar, red), biasanya nelayan tangkap dapat menangkap 3 sampai 5 Kg/ hari, jenis campur, ikan Mas, Nila, Jahir, dan dijual ke- pasar, cukup untuk membutuhi kehidupan sehari- hari, sehingga mereka sebut Danau Toba sebagai ‘Tao’ ( Danau) sumber kehidupan.
Terhadap hal tersebut, sekitar Dua Minggu lalu, respon dan solusi sementara yang dilakukan pihak pemerintah, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Sumut, menginisiasi tahap awal tabur bibit (re-stocking, red), jenis ikan Nila, sekitar 75.000 ekor, yang sebelumnya direncanakan 1.000.000 (1 Juta, red), bibit, guna keseimbangan populasi diperairan Danau Toba.
Terhadap persolan yang dihadapi para nelayan tangkap, ditangan Irvandy Mokodompit alias Pak Fano (31), menjadikannya sebagai momentum, serta kesempatan, untuk mencoba ber-inovasi menciptakan produk turunan, dengan cara menginisiasi, ikan Tayotayo untuk dapat memiliki harga bisnis yang lebih baik.
Hal yang dilakukan pria inovatif tersebut, bersama pihak-nya, mengolah Ikan Tayotayo sebagai bahan dasar membuat Bakso dan Kerupuk dan sebagai jenis cemilan lainnya.
Mendengar dan selanjutnya, untuk membina kreativitas Pak Fano, sebagai pelaku usaha kategori UMKM, Salomo Simanjuntak, selaku Plt. Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi, UMKM, Kabupaten Toba, bersama rombongan, gerak cepat menyambangi pria tersebut (Pak Fano), di Desa Sigaol Barat, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, guna melihat langsung proses pengolahan, sembari berdiskusi guna men-support usahanya, yang sejak tahun 2021, sudah dia tekuni dengan peralatan sederhana/ manual, Selasa, pagi (24/05/22).
Turut hadir bersama Plt.Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Toba, Salomo Simanjuntak, tampak Camat Uluan, Henry Butarbutar, Ketua TP-PKK Kecamatan Uluan, Plt. Kadis Kominfo, Sesmon T.B Butarbutar,dan pejabat terkait lainnya.
Dalam diskusi tersebut, Irvandy alias Pak Fano dengan santai menerangkan proses pengolahan, kepada pihak Salomo Simanjuntak beserta tim terkait-nya.
“Awalnya kelupas daging ikan, yang sebelumnya direbus, selanjutnya digiling, dicampur dengan bumbu, sampai menjadi ulen, dan proses selanjutnya dikeringkan, setelah itu baru dipotong-potong tipis, dan tahap terakhir digoreng, jadilah kerupuk ikan yang renyah”, beber Fano.
Seterusnya, untuk jadikan bahan olahan Bakso, diungkapkannya, “bahan ulen dibentuk seperti bola pingpong lalu dikukus”, papar Irvandy.
“Apa saja properti atau alat pengolahan yang diperlukan untuk kelancaran pengolahan ikan tayo tayo ini?” tanya Kadis Salomo Simanjuntak.
Atas pertanyaan tersebut, respon Irvandy, diawal terlihat dari ‘bahasa tubuhnya’, sangat bahagia, ditandai senyum dan tawa sipu-nya, sembari menghela nafas, Fano menjawab , “bahwa kendala saat ini, yang kami butuhkan adalah mesin penggiling dan bahan pengemasan yang standar”, ungkapnya, penuh harap kepada Kadis Koperindagkop Toba tersebut.
Selanjutnya, di-sisi lain dalam diskusi, Plt.Kadis Perindagkop Salomo Simanjuntak, dengan ‘ringan hati’, juga menawarkan bantuan dari program pemerintah, agar Pria inovatif itu (Irvandy), dapat mengikuti pelatihan, studi banding, dan mengurus Ijin Industri Rumah Tangga (IRT), atas produk yang dihasilkannya, dan selanjutnya untuk mendapatkan label halal, dengan tujuan mengoptimalkan pemasaran yang lebih luas, serta berdampak positif pada peningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Se-saat mengakhiri pertemuan, tak lupa dengan senyum tipisnya, Kadis Koperindagkop Toba mencoba mengajak dan menyemangati Irvandy, supaya membuka usaha Kafe di tempat wisata pinggir Danau Toba, yakni di sekitar Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan Uluan itu, dan harap Kadis Salomo, agar mengajak warga lainnya untuk ikut mengolah dan berusaha keripik ikan tayotayo, guna meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya juga.(GH/SIM)













