
Toba, SatukanIndonesia.Com -Tingginya mobilitas truk bermuatan besar yang melintas dari jalan Somba Debata Onan Raja, yang berada diwilayah Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba membuat jalan rusak parah dan mengakibatkan kubangan di beberapa spot ruas jalan, terlebih ketika musim hujan yang mengakibatkan banjir dan kubangan air disetiap lubang ruas jalan, Senin(30/5).
Menurut masyarakat setempat tingginya mobilitas truk- truk yang masuk ke jalan Somba Debata, dikarenakan beberapa perusahaan besar memiliki Gudang titik penyimpanan logistik, diwilayah tersebut.
“Dang ni boto be on ito, Molo udan, holan na banjir do dalan on, ito (ito : reporter satukanIndonesia.Com, red), nga Hera adong on Sampulu Dua Taon (12 Tahun, red) ito, nga torus didok Hami on, memang dang sahat dope Hami tu si (tu si : kepemerintah, red), harap roha nian, asa dipadenggan pamaretta dalan on, apalagi godang kantor dison, harap roha hatop ma nian di padenggan”, harap Ibu bermarga Simangunsong, yang juga sebagai warga yang tinggal dijalan Somba Debata tersebut.

(Enggak atau lagi mau bilang apa, apalagi jika musim hujan, banjir jalan ini semua, kira- kita 12 tahun, sudah sering kami usulkan, memang kami belum akses untuk langsung bicara ke pihak pimpinan kabupaten/ perintah, untuk diperbaiki pemerintah kita, banyak pula kantor pemerintah disekitar sini, jadi segeralah pemerintah memperbaiki-nya,itu harapan kami, red).
Terpisah, merespon keluhan masyarakatnya tersebut, Lurah Kelurahan Balige III, juga sepakat dan membenarkan kerusakan jalan Somba Debata, disaksikan-nya, mulai menjabat Plt. Lurah dikelurahan tersebut, sampai ditetapkan sebagai Lurah Defenitif Tahun 2016, hingga saat ini masih menjabat.

Usulan perbaikan senantiasa didengungkan Lurah ini, baik diawali disetiap Musyawarah Kelurahannya (Kelurahan Balige III, red), maupun ditingkat Musrenbang Kecamatan, dan Kabupaten.
“Tolonglah Jalan Somba Debat itu diperhatikan dan segera diperbaiki, jika bisa anggaran Kelurahan, siap untuk dilakukan”, ungkap Lurah Theresia Sitorus, S. Sos, yang juga pernah menepuh pendidikan tinggi di Universitas Sumatera Utara ini.
Diteruskannya, berkali- kali kita usulkan, bahkan menanyakan disetiap pertemuan formal pemerintah kita, apakah dapat digunakan Dana Kelurahan, kendatipun beliau juga mengetahui, untuk merespon hal tersebut tidak dibenarkan menggunakan dana kelurahan, sejatinya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Kabupaten Toba.
Tak luput dalam wawancaranya, bersama reporter satukan indonesia.com, beliau menegaskan, banyak-nya truk pengangkut logistik di Wilayah tugas kepemimpinannya dikarenakan adanya Gudang Penyimpanan Logistik, yang menurut-nya tidak layak berada dipemukiman masyarakat.
“Seperti Gudang Pupuk oleh Perusahaan yang ada disekitar jalan Somba Debata ini, sebaiknya dipindahkan, ke-tempat lain yang lebih tepat, sesui dengan manfaat dan kebutuhan”, harap tegas perempuan yang pernah duduk di Fakultas Sosial Politik ini.
Waktu terpisah, senada dengan hal tersebut, terhadap sepantasnya penggunaan jalan aksesibilitas publik, Plt. Kadis Perhubungan Kabupaten Toba, kepada reporter Satukan Indonesia. Com, mengatakan, “Aksesibilitas jalan umum memiliki klasifikasi, berdasarkan kelas Jalan, fungsi jalan, yang termaktub didalam regulasi, serta berdasarkan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota”, ungkapnya.

“Jalan Kelas III A, yaitu jalan Arteri atau Kolektor hanya dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran leba tidak melebihi 2. 500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan sumbu terberat yang diizinkan maksimal 8 Ton saja”, papar Kadis Herbin Tampubolon, S. Sos, MT.(GH/SIM)













