
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Diberhentikan dari tugasnya sebagai menteri agraria dan tata ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil mengaku tidak gundah. Dia malah senang saat mengetahui siapa yang bakal menggantikannya. Begitu cerita Sofyan di hadapan para pegawai Kementerian ATR/BPN saat acara serah terima jabatan kepada penggantinya, Marsekal Hadi Tjahjanto, kemarin (16/6).
Sofyan lantas menceritakan momen awal saat diberi tahu Presiden Joko Widodo soal posisinya yang akan digantikan menteri baru. Dia lantas bertanya kepada presiden siapa sosok menteri itu. Presiden menyebut nama Hadi. ”Spontan saya berseru, ’Alhamdulillah, Pak’. Two thumbs up,” ujar Sofyan.
Dia menyebutkan, semua orang mengetahui bahwa Hadi adalah orang baik. Prajurit sejati yang berdedikasi bagi kebaikan bangsa. “Insya Allah akan memimpin kementerian ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Pria yang sudah kenyang mengenyam jabatan menteri, mulai menteri BUMN, menteri koordinator bidang perekonomian, Menkominfo, sampai kepala Bappenas itu menyebutkan, harapan Presiden Jokowi saat dirinya pertama menjabat adalah reforma agraria. ’’Yang telah dan masih harus dikerjakan, pertama adalah reforma agraria. Reforma agraria sebelumnya memang agak lemah, namun kami maju dalam hal legalisasi aset. Dari segi sertifikat yang kami keluarkan hari ini, alhamdulillah sudah lebih dari 80 juta lembar,” jelasnya.
Yang kedua adalah perang terhadap mafia tanah. Urusan tersebut cukup mengkhawatirkan. Namun, Sofyan bersyukur karena Kementerian ATR/BPN selama ini di-back up kepolisian dan kejaksaan. Perang terhadap mafia tanah, kata Sofyan, benar-benar dijalani oleh kementerian yang dipimpinnya itu. ”Prinsip saya, mafia tanah tidak boleh menang,” terang pria berdarah Aceh tersebut.
Persoalan yang tak kalah penting adalah tata ruang. Hal itu sedang ditangani Ditjen Tata Ruang. Sofyan menyebutkan, salah satu legacy masa kepemimpinannya adalah Bank Tanah.
Sementara itu, Hadi Tjahjanto bertekad meneruskan kinerja baik warisan Sofyan. ’’Prestasi demi prestasi yang sudah ditunjukkan Bapak Sofyan Djalil, salah satunya adalah ketika membagikan sertifikat. Presiden menargetkan dan Pak Sofyan Djalil tepat sesuai dengan target Pak Presiden. Saat ini mencapai 80 juta sertifikat,” tutur Hadi.
Selanjutnya, Hadi kebagian amanat untuk meneruskan capaian Sofyan sehingga menjadi 126 juta sertifikat tanah. ”Target 126 juta itu harus tercapai. Walaupun dari sisa 80 juta itu masih ada status-status yang perlu kami lihat langsung ke lapangan,” jelas pria asal Malang, Jawa Timur, tersebut.
Hadi juga menyebut beberapa titik permasalahan pertanahan dan tata ruang tanah air yang diamanatkan presiden untuk diselesaikan. Di antaranya, melanjutkan dan menyelesaikan sertifikasi tanah, tumpang-tindih hak atas tanah, konflik, dan sengketa pertanahan.
’’Saya yakin masalah ini dapat terselesaikan. Dan pasukan khusus kami di lapangan adalah para kanwil (kantor wilayah BPN, Red), yang benar-benar harus mengawal proses ini dengan baik, membantu para Dirjen yang ada di pusat. Itu semua akan kami kerjakan,’’ papar Hadi.
Pada hari pertama bertugas kemarin, Hadi langsung mengawali dengan rapat pimpinan. Dia didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Raja Juli Antoni bersama pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Rapim dilaksanakan di ruang rapat menteri dengan diawali perkenalan. Dilanjutkan oleh rembukan informasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Hadi meminta dukungan pejabat dan jajaran kementerian untuk melaksanakan tugas tersebut.
Zulkifli Hasan
Pada hari pertama bertugas, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung memantau Pasar Cibubur di Jakarta Timur kemarin (16/6). Dia ingin mendengar langsung keluh kesah pedagang dan pembeli, terutama terkait stok pangan. Dengan menampung aspirasi itu, Zulhas berharap bisa merumuskan strategi penanganan masalah pangan secara nasional dengan prinsip keadilan.
”Sebelum rapat-rapat, justru kunjungan ke pasar ini yang penting. Saya dengarkan langsung keluhan pedagang dan pembeli. Harga-harga barang kebutuhan pokok harus segera dikendalikan dan dicari solusinya. Kasihan rakyat,” tutur Mendag kemarin.
Zulhas menegaskan, Kemendag harus menjadi regulator yang adil. Dengan prinsip keadilan, persoalan-persoalan bisa diurai. ’’Kemendag harus menjadi yang paling depan mengatur prinsip keadilan dalam perdagangan. Regulasi harus adil. Pedagang dan pembeli harus jujur, seimbang, dan saling memberikan maslahat,’’ ucapnya.
Prinsip keadilan itu, lanjut Zulhas, harus dikedepankan. Orientasinya untuk kesejahteraan rakyat. ’’Kita mulai dari sini. Saya ingin pedagang dan pembeli bahagia. Adil, saling memberikan kebaikan satu sama lain. Itu berkah namanya,’’ tegasnya. Terkait minyak goreng, Zulhas akan mengambil kebijakan agar migor curah bisa dikemas sederhana dan terkendali di harga Rp 14.000 per liter.
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas sempat berdialog dengan pedagang daging dan telur bernama Eti. Dia mengeluhkan naiknya harga sembako yang membuatnya kesulitan menjual dengan harga yang menguntungkan. ’’Dari sananya sudah mahal, terpaksa kami ambil untung sedikit. Kalau mahal, nggak ada yang mau beli. Semua jadi susah. Bukan cuma pembeli, pedagang juga bingung soal harga ini, Pak,” keluh Eti.
Sebagaimana diketahui, Zulkifli Hasan dilantik sebagai menteri perdagangan pada Rabu (15/6) untuk menggantikan Muhammad Lutfi. Presiden Jokowi berharap Zulhas bisa fokus mengurus masalah perdagangan dalam negeri. Mulai masalah rantai pasok hingga melambungnya harga barang kebutuhan pokok, termasuk migor.
Presiden Jokowi menilai Zulhas memiliki pengalaman dan rekam jejak yang panjang. Track record itu bisa jadi modal utama untuk menjadi menteri perdagangan. ’’Urusan pangan dan makanan memerlukan pengalaman lapangan serta membutuhkan kerja-kerja lapangan dan langsung melihat persoalan yang utamanya berkaitan dengan kebutuhan pokok rakyat. Ini menjadi kunci utama kebutuhan pokok di dalam negeri,’’ ujar Jokowi.(***)













