
Toba, SatukanIndonesia.Com -Peristiwa dugaan tembak- menembak polisi, yang diberitakan, (08/7/2022), yang terjadi di Rumah Dinas Irjen. Pol. Ferddy Sambo, di Duren III, Jakarta Selatan, semakin hari diiukuti, hari- demi hari, semakin mendapat perhatian masyarakat Indonesia.
Selain banyaknya komentar masyarakat Indonesia, terkait peristiwa ini, baik secara langsung, dan komentar pihak Netizen, semakin memantik banyaknya pertanyaan yang timbul, terlebih memandang dan menilai peristiwa berdarah ini, serta membuat masyarakat tak sabar menunggu hasil akhir penyidikan, dan kapan peristiwa ini dapat ter-ungkap, kebenarannya, secara terang- benderang.
Terlebih saat ini, peristiwa ber- darah yang menewaskan Brigadir Yhosua, sudah menjadi Atensi Presiden Jokowi, sehingga kasus ini, diminta dengan segera dapat diungkap, pihak Polri, dalam hal ini Kapolri, Bareskrim Polri, dan Tim Khusus yang dibentuk saat ini, untuk memastikan mengungkap penyebab kasus kematian Brigadir Yoshua Hutabarat.

Terkait peristiwa ber-darah yang menyebabkan tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat tersebut, juga mendapat perhatian oleh masyarakat Kabupaten Toba, dari Lintas Agama, dengan meresponnya, dengan melakukan Aksi Doa Bersama Lintas Agama, yang dilaksanakan di Komplek Monumen Letjen. Anumerta, D.I. Panjaitan, tepatnya di-sekitaran Bundaran kota Balige, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Minggu, malam, 19.00 Wib, (07/8/2022).
Aksi Doa Bersama dan Lintas Agama tampak berjalan dengan khidmat dan penuh doa, disertai penyalaan seribu lilin, oleh masing-masing pihak masyarakat yang hadir dalam gelaran aksi doa tersebut, termasuk dari pihak Tokoh Agama dan masyarakat sekitaran Bundaran Balige yang turut prihatin atas terjadinya peristiwa berdarah tersebut.
Dalam gelaran Aksi Doa Lintas Agama, untuk keluarga Brigadir Yoshua Hutabarat tersebut, tampak pihak Polisi, Polsek Balige, dan TNI, Koramil 17, Balige, ikut mengawal jalannya aksi Doa tersebut.
Koordinator Aksi Doa bersama dan lintas agama, Ny. Hutabarat, Theresia Uli Pardede, dalam kesempatannya, mengatakan mengucap banyak terimakasih kepada Polri dan TNI yang sudah mengikuti, dan memberikan pengawalan acara Doa Bersama dan Lintas Agama untuk keluarga Yoshua Hutabarat, dari awal hingga selesai acara ini.
“Kami dari Keluarga Hutabarat yang ada di Kabupaten Toba juga mengucapkan
turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya anak kami, Yoshua Hutabarat, “sebut Theresia.
“Dan kami juga berharap, kepada Bapak Kapolri, karna sudah mulai terungkapnya kasus ini, semoga kedepan semakin bisa terungkap masalah ini, dan kami percaya, bahwa Bapak Kapolri, bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik, “sebut Theresia Uli, Ny. Hutabarat ini.
Sementara itu, Kapolsek Balige AKP Agus Salim Siagian, mengatakan berkaitan dengan Aksi Doa bersama ini, pihaknya bersama anggota Polres Toba, melaksanakan pengamanan dan pengaturan Lalu Lintas, supaya mengantisipasi terjadi kemacetan, di-sekitaran pelaksanaan Doa Bersama tersebut.
“Kegiatan Doa Bersama ini berjalan dengan aman, lancar dan tertib, Doa bersama ini hanya sebentar, dan tidak sampai satu jam sudah selesai acara ini, “ujar Kapolsek Balige, AKP. Agus Salim.
Dan diketahui, usai gelar Doa Bersama Lintas Agama, terkait tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat, semua masyarakat yang melakukan Doa Bersama tersebut, pulang dan membubarkan diri dengan aman dan tertib.(GH/SIM)













