
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbagi pengalamannya selama menjadi gubernur dibanding dengan ketika menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada periode pertama Presiden Joko Widodo.
Anies mengatakan bahwa saat menjadi Kemendikbud pada periode pertama kepempimpinan Presiden Jokowi, ia hanya berurusan dengan kebijakan-kebijakan dalam kertas.
“Waktu itu kita membahas isu-isu yang terkait dengan kebijakan, kita membahas sejumlah tantangan di seluruh (ndonesia dan meyakinkan bahwa kebijakan itu tepat. Kita juga banyak berurusan dengan kertas,” ujarnya ketika memberi sambutan dalam acara utama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Urban 20 Mayors Summit 2022 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (30/8).
Menurut Anies, hal tersebut berbanding terbalik dengan yang dilakukannya ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat menjadi orang nomor satu di DKI, ia mengaku justru lebih sering berurusan secara langsung dengan warga dibanding dengan kertas dan dokumen-dokumen.
“Saat saya menjadi Gubernur DKI Jakarta, saya banyak berurusan dengan masyarkat daripada kertas. Itu adalah perbedaan,” katanya.
Menurut gubernur yang akan segera lengser pada Oktober nanti itu, pengalamannya menjadi Kemendikbud yang lantas berubah menjadi pelayan masyarakat sebagai Gubernur DKI itu unik dan berbanding terbalik dengan pengalaman yang dilalui Mendagri Tito Karnavian. Ia juga terlihat hadir dalam kegiatan U-20.
“Ini agak unik dibandingkan dengan Pak Tito yang mulai berurusan dengan orang-orang sepanjang waktu melayani sebagai petugas polisi sampai menjadi Kemendagri yang berurusan dengan kertas,” paparnya.
Anies menambahkan, saat ini pihaknya lebih sering berhadapan dengan masalah riil yang terlihat di lapangan. Lebih jauh lagi, ia merasa bahwa masalah tersebut akan terus berkembang karena orang-orang terus akan berpindah ke area urban.
“Kita berurusan dengan masalah yang lebih riil yang setiap harinya dirasakan oleh masyarakat. Saya harus katakan bahwa kita akak menghadapi lebih banyak lagi masyrakat yang akan tinggal di area urban,” pungkasnya.(***)













