
MANOKWARI, SatukanIndonesia.Com – Guna menginovasi dan mengembangkan wisata. Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAPP) membuka Café, penginapan (guest house) dan rumah makan tradisional (dapur kampung), di pesisir Pantai Amban, Manokwari, provinsi Papua Barat.
Yan Agus Rumbewas, Ketua YAAPP provinsi Papua Barat menjelaskan, di pesisir Pantai Amban terdapat kurang lebih delapan café dan tiga penginapan yang tergabung dalam Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Pepaya.
Diantaranya café Sorabi Yen Babo, penginapan Mansur Babo, dan satu rumah makan tradisional atau yang disebut dengan ‘Dapur Kampung Yen Babo’.
Terlebih khusus untuk Dapur Kampung Yen Babo yang berada tepatnya di sekitar pasir panjang itu, memiliki menu special lokal dan umum yaitu papeda, ubi campur, pisang bakar, pisang rebus, nasi, sayuran, ikan laut, dan juice.
Pengembangan rumah makan tradisional atau Dapur Kampung ini secara inisiatif dilakukan karena banyak warga lokal yang memiliki hasil kebun, namun akses untuk menjualnya belum terjangkau dengan baik.
“Untuk itu, kami dari yayasan yang mengelola dapur kampung secara inisiatif belanja mereka (warga lokal-red) punya hasil kebun, walau pun tidak semuanya,”ujar Yan Agus Rumberwas saat ditemui wartawan, belum lama ini.
Diharapkan Pantai Amban bisa diterima masyarakat sebagai salah satu alternative wiasata dalam Kota Manokwari. Pasalnya, Pantai Amban memiliki potensi yang cukup dan luar biasa untuk dinikmati wisatawan lokal, nasional, maupun internasional.
“Meski belum ada sentuhan pemerintah daerah, tapi angka pengunjungnya sangat tinggi. Apalagi dihari libur seperti jumat, sabtu, dan minggu,”tuturnya.
Dalam kesempatan ini, sebagai pengusaha asli Papua tapi ketua YAAPP berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar dapat memberikan perhatian.
“Ya pemerintah bisa menjadi amban pantai sebagai objek wisata, yang betul-betul mengarah ke profesioanal. Mengingat laut kita di pantai utara ini, sudah sangat layak untuk melaksanakan event-event internasional,”tandasnya. [GRW/redaksi]











