
Surabaya, satukanindonesia.com – Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Ke-XXIX, Selasa (8/7). Acara ini sendiri digelar di hotel Kusuma Agrowisata Kota Batu, Jawa Timur Selasa kemarin (8/7) hingga Jumat (11/7).
Dalam sambutan yang disampaikannya Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak berpesan agar gereja termasuk jajaran GKSI mempersiapkan diri dengan baik di era digital. Menurut Wagub Jatim 2 periode ini kehadiran dunia digital dalam dunia komunikasi dan interaksi memunculkan fenomena baru. Fenomena tersebut terkait dengan keluasan dan kedalaman jangkauan interaksi. Menurutnya kuantitas dan kualitas dampak ataupun makna harus seimbang.
“Era digital saat ini harus disikapi secara bijak. Tantangan saat ini bukan hanya soal kuantitas tetapi juga kualitas dampak ataupun makna. Menjangkau yang tidak terjangkau yang merupakan motto GKSI penuh makna. Motto ini inspiratif, bernas dan penuh dengan tebaran kebaikan, ” Ungkap program doktoral bidang ekonomi pembangunan Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang ini.
Terkait dengan kekuatan makna dibalik motto tersebut Emil yang juga mantan Bupati Trenggalek menandaskan, “Nilai-nilai yang kita yakini tersebut harus memberi dampak dan blessing bagi banyak orang.”

Pesan Emil Dardak tersebut senada dengan tema yang diangkat. Dengan berlandaskan Matius 25:21-23 Rakernas ini mengangkat tema “Bertansformasi menjadi gereja yang baik sekali (Sabas) dalam keberadaannya (eksis), karya layanannya (dinamis) dan buahnya (oikoumenis -misioner) yang signifikan dan relevan di tengah tantangan era digital guna mewujudkan VIM 2020
Sementara itu Pdt. Matheus Mangentang menegaskan pentingnya transformasi batiniah dalam menghadapi tantangan digitalisasi global.
“Gereja tidak cukup hanya bertahan. Kita harus eksis sebagai terang, dinamis dalam kasih dan misioner dalam membawa kabar keselamatan. Saya mendorong momen kali ini menjadi momen transformatif dan sinergitas pelayanan menuju VIM 2030., ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Satukanindonesia, pembukaan acara ini juga dihadiri oleh beberapa orang dari jajaran Pemprov Jatim dan Pemkot Batu. Diantaranya Kabiro Kesra Pemprov Jatim, Kepala Bakorwil III Malang, Direktur RS Karya Husada dan beberapa pejabat Pemkot Batu. Selain itu tampak hadir Pembinas Kristen Kanwhn Kemenag Jatim Luki Krispiyanto, Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Bataragoa, Sekwil Muki Jatim Pdt. Helbert Onja, Korwik V GMKI 2022-2024 Hizkia Trianto dan beberapa pengurus GAMKI Kota Batu.
Hingga berita ini masuk ke meja redaksi hari ini (10/7) peserta masih mengikuti rangkaian acara hingga penutupan besok. Menurut Ketua Panitia. Ev. Tony Salurante, acara ini diikuti 95 orang utusan dari seluruh BPSW, BPW, Pra BPW, Ketua Sektor, pendera gen ala jemaat dari 34 provinsi (Yos/Hiz)











