
Toba, SatukanIndonesia.Com– Kabupaten Toba merupakan bagian dari Kawasan Strategi Pariwisata Nasional yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Jokowi, hal ini dilakukan sebagai wujud kehadiran Pemerintah guna meningkatkan pendapatan masyarakat terkhusus di sektor Pariwisata. Terkait agenda tersebut, Pemerintah Daerah diminta untuk lebih kreatif- inovatif guna membangun partisipatif bersama stakeholder-nya, serta menjadikan masyarakat sebagai subjek dari pelaksanaan setiap program.
Selaras dengan pemerintah pusat, Pemda Kabupaten Toba, dalam hal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Toba, gelar pertandingan permainan tradisional yang dinamai *”Margala”,*ditingkat Anak Sekolah Dasar (SD), se- Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, Sabtu, pagi (16/04/2022).

Bupati Ir. Poltak Sitorus, dalam sambutanya dipembukaan kegiatan tersebut, mengatakan, se-iring kemajuan zaman terlebih di- Era Milenial saat ini, permainan tradisional “nyaris” ditinggalkan oleh karena dampak sisi lain transformasi teknologi. Anak- anak cenderung lebih gemar ber- main “smartphone” dalam mengaktualisasikan perkembangan dirinya.
Hal ini disampaikan Beliau, didepan seluruh Peserta lomba, Guru- Guru, dan kepada seluruh warga yg berkesempatan hadir menyaksikan kegiatan tersebut di depan Kantor Camat Siantar Narumonda.
Diteruskannya, permainan tradisional seperti ini supaya kembali dibudayakan ditengah-tengah masyarakat.
“Mulai besok ajak anak- anak bermain Margala, termasuk permainan lainnya”, ajak pria lulusan ITB ini.
Lanjut beliau, permainan Margala ini, perlu dikembangkan terus secara simultan guna mengangkat seni budaya dan olahraga tradisional kita ke seluruh masyarakat, sekaligus promosikan budaya kepada Wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Beliau juga tak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan ” budaya timur ” kita dalam menyambut para wisatawan, secara khusus didaerah Toba, dengan memberi Salam Batak Na *Raja.

Bagi 7 Tim (Tujuh) peserta lomba, Poltak berpesan, untuk menjaga kekompakan Tim, serta mengedepan kan sportivitas, karena tidak semata mendapatkan Juara lomba, akan tetapi lebih dari itu adalah masyarakat dapat kembali
” membudayakan seni budaya olahraga, sebagai bagian dari “ke-arifan lokal” yang tetap dilestarikan.
Sebelumnya, senada dengan Bupati, Pelaksana Tugas (Plt.) Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Rusti Hutapea, melaporkan, bahwa kegiatan Lomba Margala bertujuan untuk kembali membina, men-stimulasi/
” merangsang ” masyarakat guna men-cintai seni budayanya sendiri serta melestarikan.
“Dewasa ini, permainan tradisional, salah satunya Margala sudah jarang dilakukan, secara khusus anak-anak kita relatif tidak pernah lagi, asyik ber-main ponsel”,ungkap perempuan yang berlatar belakang sarjana pendidik ini.
Seterusnya, perempuan yang memegang Gelar Magister ini menyampaikan, bahwa kegiatan ini dirangkai dengan acara Budaya Batak, yakni Pesta Rakyat Bius Raja Maropat.
Peserta lomba Margala, diikuti 7 SD (Sekolah Dasar), SD Negeri 1, SD Negeri 5, SD Negeri 8, SD Pardamean, SD Halado, SD Sitorang Jae, dan SD Sigordang.
Dalam pantauan reporter satukan indonesia.com Tampak Hadir kesempatan itu, Wabup. Tonny Simanjuntak, Pj. Sekdakab, Augus Sitorus, Ketua TP. PKK, Kab.Toba, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus, Ketua 1.TP. PKK, Ny. Erna Grace Tonny Simanjuntak, Plt. Asisten I Pemerintahan, Eston Sihotang, Plt. Asisten III Administrasi Umum, Very S, Napitupulu, Plt. Kadis Sosial, Sudirman Sirait, dan se-jumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia bersama pemerintah tetap mengingatkan agar peserta dan warga yang turut hadir menyaksikan lomba/ pertandingan agar tetap prokes, guna cegah penyebaran Covid-19.(GH/SIM)













