
Surabaya, SatukanIndonesia.com — Hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah langsung menggerakkan arus warga ke pusat kota. Sabtu (21/3), Gedung Negara Grahadi menjadi titik temu ribuan orang yang datang sejak pagi untuk bersalaman dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Aliran pengunjung tidak berhenti hingga siang. Dari pintu masuk, antrean terbentuk panjang. Warga berdatangan dari berbagai daerah, bercampur dengan pejabat daerah, tokoh agama, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.
Di dalam, Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak berdiri menerima tamu secara bergantian. Polanya sederhana: salaman, sapaan singkat, lalu bergeser memberi ruang bagi antrean berikutnya.
Di sisi lain, aktivitas distribusi berjalan paralel. Warga menerima paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng. Pada titik berbeda, area konsumsi dipenuhi pengunjung yang menikmati hidangan gratis—soto ayam, soto daging, nasi goreng, dan bakso—yang disiapkan melalui pelibatan pelaku UMKM.
Sejumlah kepala daerah kabupaten/kota, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan tampak hadir dalam agenda tersebut. Grahadi pada hari itu tidak hanya menjadi rumah dinas, tetapi ruang pertemuan lintas lapisan.
Khofifah menyebut momen Lebaran digunakan untuk menjaga komunikasi langsung dengan masyarakat. Interaksi tanpa perantara dinilai penting dalam memperkuat kebersamaan.
Pola serupa tidak berhenti di Grahadi. Rangkaian silaturahmi diperluas ke kediaman pribadi gubernur di kawasan Jemursari, Surabaya, yang dibuka untuk umum pada 22–23 Maret 2026. Kegiatan di lokasi tersebut berlangsung dalam dua sesi, pukul 10.00–13.00 WIB dan 19.00–21.00 WIB.
Dengan dua titik pelaksanaan, arus silaturahmi tersebar namun tetap padat. Hari pertama di Grahadi menjadi pembuka, sementara pertemuan di Jemursari melanjutkan aliran tamu dari berbagai kalangan (Yos/Hiz)













