
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menghimbau Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan untuk tidak memprovokasi warga jakarta dengan cara mempolitisasi kepemilikan saham Pemda DKI Jakarta yang ada di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Pasalnya, wacana Gubernur DKI Jakarta Anis Rasyid Baswedan untuk menjual saham Pemda DKI pada produsen minuman tersebut, hanya kamu flase karena Pemda DKI Jakarta tidak kekurangan dana untuk keperluan pembangunan Jakarta saat ini.
“Sesungguhnya Gubernur Anis punya agenda lain dibalik rencana menjual saham Pemda DKI yang ada di PT Delta Djakarta, yaitu dikotomi hal – dan tidak halal yang akan memprovokasi warga masyarakat jakarta”, kata Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, kepada SatukanIndonesia.com melalui telepon selular, Jumat, 8/3/2019.
Menurut Pantas, aksi yang dilakukan Anis Baswedan yang selama ini telah berkoar-koar diberbagai media dan media sosial sangat tendensius yang sengaja dilakukan secara terencana, terstruktur dan massif untuk menjatuhkan citra dan legitimasi politik PDI Perjuangan dimata publik. “Kami mencium ada anasir politik kotor yang sedang dimainkan Anis saat ini, yang dilakukannya secara sengaja dan terencana berpolitik praktis dibalik wacana menjual saham Pemda DKI yang ada di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), dengan memakai terminologi hukum secara keliru mengenai adanya berbagai jenis yang dikandung minuman BIR, namun yang pada akhirnya kekeliruan itu sengaja dibelokkan untuk merong-rong perolehan suara dan dukungan politik PDI Perjuangan pada Pileg nanti,” ujarnya seraya menegaskan alasan Anis untuk mengusulkan menjual saham tersebut demi optimalisasi pembangunan keuangan daerah adalah merupakan alasan yang tidak relevan karena anggaran Pemda DKI saat ini lebih dari cukup.
Lebih lanjut Pantas mengemukakan, pihaknya bukan tidak setuju untuk pembangunan masyarakat Jakarta secara optimal pada semua sektor, akan tetapi Gubernur Anis secara nyata-nyata pada tahun 2018 tidak mampu menyerap anggaran secara maksimal karena anggaran tersisa puluhan triliun rupiah.
“Gubernur Anis gagal dan tidak mampu menyerap anggaran yang telah di setujui DPRD tahun lalu, karena tahun 2018 tercatat diatas Rp.10 Triliun Dana Sisa Anggaran atau Sisa lebih Perhitungan Anggaran” kisah Pantas.
Sebagaimana diketahui, rencana Gubernur DKI Jakarta untuk menjual kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI pada PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), hingga tahun 2019 tercatat sebsar 26,25% saham sudah ramai beredar diberbagai media termasuk media sosial, namun rencana tersebut, kata Pantas belum disampaikan Gubernur DKI Jakarta secara sah menurut prosedur Administrasi Pemerintahan yang berlaku, akan tetapi Anis Baswedan hanya bermain di media tanpa mengindahkan prosedur yang lazim dalam hubungan kelembagaan antara Eksekutif dan Legislatif.
Sikap yang demkianlah yang membuat gerah dan jengkel para Anggota Legislatif DKI Jakarta Dapil 5 yang meliputi Duren Sawit, Kramat Jati dan Jatinegara tersebut, sehingga secara moral dan politis bertanggung jawab untuk mengingatkan dan menegur Gubernur Anis supaya tidak melecehkan Legsilatif, serta dalam menjalankan jabatan Gubernur tidak menggunakan politik adu domba rakyat jakarta yang sangat heterogen ini.
Untuk itu, Pantas Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarat ini mengajak warga Jakarta dan semua pihak untuk tidak terjebak dengan provokasi Gubernur Anis tersebut, karena sesungguhnya dibalik wacana jual saham tersebut ada agenda politik Anis untuk mendikotomi warga jakarta mengenai hal-hal dan tidak halal pada minuman.
Ditempat terpisah, Anto, (45 tahun), seorang pekerja lepas tinggal di Rawamangun merasa gerah dengan rencana Gubernur Anis yang terkesan memecah belah warga Jakarta dengan memunculkan issu halal dan tak halal mengenai minuman BIR tersebut. “Meminum BIR bukan merupakan perbuatan jahat. Saya dan kawan-kawan, mungkin masyarakat yang minum BIR bertujuan untuk menghangatkan dan menggairahkan badan secara wajar, bukan untuk mabuk-mabukan. Jadi keliru kalau ada pihak-pihak yang memecah belah warga yang mau minum BIR dan yang tidak mau minum karena banyak faktor”, kata Anto seraya keberatan terhadap kelompok munafik yang sengaja mempersoalkan kandungan alkohol yang ada pada minuman BIR, karena jikapun ada kandungan itu masih tergolong kategori wajar dan tentunya telah melalui uji klinis yang dapat dipertanggung jawabkan. (MS)













