
Jakarta, SatukanIndonesia.com– Angkatan Laut Indonesia kembali mendapat tambahan kekuatan armada tempur. Yakni satu unit kapal korvet buatan anak bangsa bernama KRI Bung Hatta-370. Kapal itu dibuat di salah satu galangan milik industri pertahanan (inhan) swasta dalam negeri yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). TNI AL pun menjelaskan alasan mereka memilih nama Bung Hatta untuk kapal tersebut.
Sebagai salah satu proklamator Indonesia, Bung Hatta memiliki jasa yang sangat besar bagi Indonesia. Bersama Ir. Soekarno dan para pejuang kemerdekaan, Bung Hatta membawa Indonesia lepas dari belenggu penjajahan. Karena itu, namanya diabadikan oleh TNI AL dengan disematkan pada salah satu kapal perang yang mereka miliki.
Tidak sendirian, pada jenis kapal perang yang sama, TNI AL juga menggunakan nama Ir. Soekarno. Persisnya pada KRI Bung Karno-369. Kedua proklamator itu merupakan tokoh kunci dalam sejarah Indonesia. Bung Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dan wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980. Bersama Bung Karno, Bung Hatta menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia.
Dalam delivery ceremony yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, turut hadir putri Bung Hatta, Meutia Hatta. Dalam kesempatan itu, Meutia menyampaikan bahwa kapal korvet buatan dalam negeri itu memiliki teknologi canggih dan modern. Juga mempunyai fungsi yang jauh lebih maju dari sebelumnya.
”Bung Hatta sejak awal menjadi wakil presiden selalu menekankan pentingnya bangsa Indonesia menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia, jadi kualitasnya SDM nya yang maju untuk membangun negeri,” kata Meutia.
Lebih lanjut disampaikan bahwa TNI AL mempunyai peranan sangat besar untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga anak Indonesia untuk mengisi pembangunan di Tanah Air. Salah satu buktinya, Angkatan Laut menyematkan nama-nama pahlawan nasional dan pejuang-pejuang kemerdekaan pada kapal-kapal perang mereka.
Laksamana Ali menyampaikan bahwa KRI Bung Hatta-370 merupakan bagian dari modernisasi kekuatan dalam rangka mendukung pencapaian tugas TNI AL. Dia menyatakan, kapal korvet tersebut merupakan produksi industri pertahanan (inhan) dalam negeri.
”Kapal ini merupakan kapal korvet produksi industri pertahanan dalam negeri batch ke-2 yang merupakan kelanjutan dari kapal korvet pertama KRI Bung Karno-369 yang telah lebih dulu memperkuat jajaran Satkor Koarmada I,” terang Ali.(*)













