• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kasus Pemenggalan Guru Di Prancis

Kasus Pemenggalan Guru Di Prancis

Oktober 17, 2020
Dokumen Persetujuan Provinsi Papua Utara Diserahkan ke Komisi II DPR RI

Dokumen Persetujuan Provinsi Papua Utara Diserahkan ke Komisi II DPR RI

September 30, 2026
Menteri HAM Pigai Resmikan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian

Menteri HAM Pigai Resmikan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian

September 30, 2026
ADVERTISEMENT
Menembus Kedalaman Penyelam TNI AL dan SAR Gabungan Temukan Tiga Jenazah KM Virgo Transport 8

Menembus Kedalaman Penyelam TNI AL dan SAR Gabungan Temukan Tiga Jenazah KM Virgo Transport 8

September 30, 2026
Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi, Menhan RI Serahkan 12 Unit Ranpur AAV M-35 Kepada TNI AL

Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi, Menhan RI Serahkan 12 Unit Ranpur AAV M-35 Kepada TNI AL

September 30, 2026
Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

Tepis Tuduhan Pelanggaran HAM, Indonesia Tolak Kunjungan PBB ke West Papua

September 30, 2026
Misi Kemanusiaan dan Diplomasi, KRS TNI AL Indonesia Kunjungi Negara-negara Melanesia

Misi Kemanusiaan dan Diplomasi, KRS TNI AL Indonesia Kunjungi Negara-negara Melanesia

September 30, 2026
PTSL 2022–2025 Jadi Sorotan: FMP3 Minta ATR/BPN Pematangsiantar Buka Data dan Klarifikasi

PTSL 2022–2025 Jadi Sorotan: FMP3 Minta ATR/BPN Pematangsiantar Buka Data dan Klarifikasi

September 30, 2026
Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR! sebagai Infrastruktur Digital Layanan Publik

Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR! sebagai Infrastruktur Digital Layanan Publik

September 30, 2026
Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

September 30, 2026
Saat Apel, Wali Kota Apresiasi Para Siswa Peraih Penghargaan Serta Bubuhkan 2 MoU Kerjasama.

Saat Apel, Wali Kota Apresiasi Para Siswa Peraih Penghargaan Serta Bubuhkan 2 MoU Kerjasama.

September 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Kasus Pemenggalan Guru Di Prancis

[Internasional]

Oktober 17, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
75
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pelaku pemenggalan seorang guru sejarah di Prancis adalah remaja berusia 18 tahun yang merupakan pendatang dari Chechnya.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (17/10/2020), aparat juga menangkap sembilan tersangka lain dalam kejadian itu, termasuk kakek, orang tua dan saudara pelaku yang berusia 17 tahun.

Korban yang merupakan guru sejarah, Samuel Paty, dibunuh di kota kecil Conflans-Sainte-Honorine.Pelaku yang membawa pisau dan pistol mainan ditembak mati oleh polisi. Sebab, dia menolak menyerah dan sempat melepaskan tembakan peluru plastik ke arah polisi.

Pemicunya adalah dia sempat menggelar diskusi tentang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., di dalam kelas. Sejumlah orang tua pelajar lantas protes terhadap Paty sebab Nabi Muhammad S.A.W., adalah figur sakral dan tidak bisa digambarkan dengan karikatur.

Sumber kepolisian mengungkapkan Paty menerima ancaman setelah membuka diskusi itu.

“Guru itu diancam setelah membuka diskusi ‘untuk berdebat’ tentang kartun (Nabi Muhammad) sekitar 10 hari lalu,” ujar pejabat kepolisian yang namanya tidak disebut karena tidak berwenang untuk membahas investigasi yang sedang berlangsung.

Dugaan Terorisme

Penyelidik Prancis membuka investigasi dugaan terorisme di dalam kejadian tersebut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, datang ke lokasi usai kejadian dan menyebut kejadian itu sebagai serangan teror.

“Salah satu rekan kita dibunuh hari ini karena apa yang dia ajarkan, kebebasan berpendapat, dan kebebasan untuk meyakini dan tidak meyakini,” kata Macron.

Sejumlah penduduk Chechnya pindah ke Prancis setelah wilayah itu dilanda peperangan akibat pemberontakan sebanyak dua kali pada 1990-an dan awal 2000.

Di Prancis, sejumlah pendatang dari Chechnya mendirikan kelompok geng dan terlibat aksi pengaturan skor.

Komentar Facebook

Tags: ChechnyaPemenggalan GuruPrancis
ShareTweetSend

Related Posts

Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Wilayah Prancis Dekat Republik Indonesia Bakal Jadi ‘Negara’ Baru

Juli 15, 2025
Kehadiran KRI Bima Suci Pada  Parade Kapal Layar Internasional L‘Armada 2023 Di Prancis

Kehadiran KRI Bima Suci Pada Parade Kapal Layar Internasional L‘Armada 2023 Di Prancis

Juni 14, 2023
Panglima TNI Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan Dengan Prancis

Panglima TNI Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan Dengan Prancis

Agustus 15, 2022

Menhan Prabowo Terima Kunjungan Menlu Prancis, Sepakat Kerja Sama Intelijen

November 24, 2021

Prancis Tarik Dubes untuk AS dan Australia

September 18, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?