JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com– Frans Meroga Surung Raja Panggabean, MM, MBA., selaku Ketua Umum Koperasi Nasari dan Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI), meggelar peluncuran buku terbarunya yang berjudul “The Prabowo Mind, The New Indonesia Economy 5.0 Manifesto” bertempat di Function Room lantai 2, Gramedia Matraman, Jakarta Timur, Minggu, (13/10)
Acara itu dihadiri Prof. DR. Ir. H. Syamsul Bahri, M.S. Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran mewakili Burhanuddin Abdullah selaku Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran yang menjadi keynote speaker. “Saya turut senang dan berbangga atas peluncuran buku ini,” ujar Syamsul Bahri menutup pidatonya.
Selain itu, tampil sebagai pembicara yaitu Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, MSc., M.Eng. (Rektor Universitas Insan Cita Indonesia), Nadia Mulya, SE, BBA (Hons), MSc (Sociopreneur, penulis, dan presenter), dan Angkie Yudistira (Staf Ahli Presiden RI) yang turut membedah gagasan-gagasan dalam buku tersebut.
“Sebuah pemikiran yang bernas, menangkap ide dari bapak Prabowo dan membukukannya, ini sangat bagus,” puji Laode. Sementara Angkie menambahkan bahwa pemuda harus terus terlibat dan melibatkan diri untuk kemajuan bangsa dan negara. “Kita tidak boleh diam, apalagi apatis, harus peduli, memberi diri, terus belajar semampunya.”
Kiprah Frans Meroga dalam Meningkatkan Kelas Koperasi dan UMKM
Sebagai seorang penggiat koperasi yang berpengalaman, Frans Meroga menegaskan bahwa koperasi dan UMKM adalah fondasi utama untuk membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan inklusif. Menurutnya, visi Prabowo Subianto untuk menaikkelaskan koperasi dan UMKM merupakan langkah konkret yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. “Pak Prabowo memiliki visi yang luar biasa dalam memperkuat ekonomi melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM. Beliau tidak hanya berbicara tentang menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memastikan bahwa sektor ekonomi mikro ini mampu bersaing di level yang lebih tinggi melalui peningkatan akses ke teknologi, pengetahuan, dan modal,” ungkap Frans dalam sambutannya.
Frans menambahkan bahwa koperasi bukan sekadar alat ekonomi, tetapi juga instrumen sosial yang efektif untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi. “Visi Prabowo untuk menaikkelaskan koperasi sejalan dengan misi saya selama ini, yaitu menjadikan koperasi sebagai motor penggerak utama dalam perekonomian nasional,” jelasnya.
Program Gizi Nasional Gratis: Investasi untuk Masa Depan Indonesia
Selain itu, Frans Meroga juga memberikan dukungan penuh terhadap program gizi nasional gratis bagi anak-anak sekolah yang diusulkan oleh Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa program ini adalah langkah krusial untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. “Prabowo benar ketika beliau menekankan pentingnya memperbaiki gizi anak-anak sebagai fondasi untuk masa depan bangsa. Jika kita ingin melihat Indonesia sebagai negara maju dan unggul di masa depan, kita harus mulai dengan investasi gizi dan pendidikan untuk anak-anak kita saat ini,” ujar Frans.
Frans percaya bahwa kesehatan dan pendidikan anak-anak adalah kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan middle-income trap dan mencapai visi Indonesia Maju serta Indonesia Emas 2045.

Menyusun Roadmap Pembangunan Menuju Indonesia Emas.
Dalam bukunya, Frans juga menggarisbawahi pentingnya memiliki roadmap pembangunan yang jelas untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Menurutnya, roadmap ini harus mencakup langkah-langkah strategis untuk memanfaatkan bonus demografi, mendorong inovasi teknologi, serta memperkuat peran koperasi dan UMKM dalam ekonomi nasional. “Roadmap pembangunan menuju Indonesia Emas harus berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, teknologi, dan kesehatan. Kita perlu strategi yang terencana untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambah Frans.
Frans Meroga percaya bahwa konsep Ekonomi 5.0, yang dikembangkan dalam buku ini, akan memainkan peran penting dalam menciptakan transformasi ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ekonomi 5.0 bukan hanya tentang otomatisasi dan teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan individu melalui pengetahuan dan inovasi.
Mendukung Visi Prabowo Subianto untuk Indonesia yang Lebih Kuat.
Dukungan Frans terhadap Prabowo Subianto juga mencakup keyakinannya bahwa Indonesia dapat memperkuat posisinya di kancah global melalui pendekatan yang lebih berani dan inovatif dalam pengelolaan sumber daya. “Pak Prabowo memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan internasional, dan saya sepenuhnya mendukung langkah-langkah tersebut dengan memperkuat koperasi dan UMKM sebagai motor utama,” kata Frans.
Melalui buku “The Prabowo Mind, The New Indonesia Economy 5.0 Manifesto“, Frans berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Sembari menyampaikan agar tetap konsisten mengawal pemerintahan Prabowo Gibran sejak dilantik nanti. “Kita harus memberikan masukan, bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk Indonesia yang benar-benar maju,” ungkapnya, “tetap konsisten mengawal khususnya dari sektor koperasi.” Acara peluncuran sangat menarik dan terasa sangat cepat berlalu. (01/Redaksi)











