ADVERTISEMENT

Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong kawasan perumahan tidak hanya dikembangkan sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ekosistem ekonomi yang membuka ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, ekonomi kreatif, serta masyarakat untuk tumbuh bersama.
Saat menghadiri kegiatan 1001 Pasar Rakyat di Perumahan Vida, Bekasi, Jawa Barat, dilansir dari indoposco, Senin (5/10/2026),
Muhaimin mengatakan program ini menjadi salah satu instrumen untuk mengaktifkan ruang-ruang tersebut.
“Pasar rakyat tidak hanya dipandang sebagai tempat transaksi atau kegiatan ekonomi sementara, tetapi dapat menjadi titik temu antara UMKM dan konsumen yang kemudian berkembang menjadi ekosistem ekonomi di dalam kawasan,” ujarnya.
Muhaimin menilai Perumahan Vida menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan hunian dapat dikelola secara kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Aktivitas pasar yang berlangsung secara rutin membuka akses konsumen bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan usaha lainnya.
“Inilah bukti bahwa semua bisa naik kelas asal terbangun ekosistemnya. Tugas pemerintah harus terus mendorong, membantu, dan terutama berkolaborasi dengan semua pihak mendukung UMKM kita yang luar biasa,” katanya.
Saat ini, ekosistem ekonomi di Perumahan Vida melibatkan sekitar 450 tenant dan 200 kantor. Aktivitas pasar juga mampu menarik sekitar 10.000 pengunjung setiap minggu. Selain akses pasar, para pelaku usaha di kawasan tersebut telah memperoleh akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara kolektif dan BPJS Kesehatan.
Menurut Muhaimin, dukungan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga memberikan perlindungan bagi para pelaku usaha.
Ia meyakini pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pasar rakyat dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rantai ekonomi yang lebih luas. Ketika UMKM memiliki akses konsumen secara rutin, peluang untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas usaha, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru semakin terbuka.
Karena itu, Muhaimin mendorong agar konsep ekosistem ekonomi mulai dipertimbangkan sejak tahap awal pembangunan perumahan. Pemerintah pusat dan daerah dapat berkolaborasi dengan pengembang, koperasi, dan masyarakat untuk menyiapkan ruang yang memungkinkan aktivitas ekonomi tumbuh sejak awal.
Dengan mengoptimalkan ruang yang tersedia dan memperkuat kolaborasi antarpihak, kawasan perumahan diharapkan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menjadi ruang produktif yang membuka akses pasar, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Makanya saya selalu memberikan dukungan dan terus-menerus kepada para UMKM kita ini, karena mereka adalah orang-orang yang betul-betul memiliki kemandirian, daya tahan yang kuat. berharap konsep yang dikembangkan melalui 1001 Pasar Rakyat dapat direplikasi di berbagai daerah,” kata Muhaimin.(***)













