
Kediri, SatukanIndonesia.com — Open house Anggota DPR RI Nurhadi yang digelar di area outdoor depan Radio Joyoboyo, Kota Kediri, Jumat (21/3), menjadi ruang silaturahmi yang berkembang menjadi forum dialog publik. Dinamika sosial, esehatan jiwa hingga keberadaan media penyiaran menjadi bagian dari keakraban.
Dalam suasana santai khas Lebaran, warga, aktivis, hingga jurnalis lintas generasi berbaur membicarakan berbagai isu dari persoalan lokal hingga nasional.
Sejak pagi, suasana tampak cair. Anak-anak bermain di pelataran terbuka, berlarian dan tertawa lepas. Di sisi lain, para orang tua berbincang santai, sementara di beberapa titik diskusi serius berlangsung tanpa kehilangan nuansa kekeluargaan.
Beragam isu mengemuka, mulai dari ekonomi, politik, hingga persoalan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Program seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Sekolah Rakyat turut menjadi bahan diskusi, dengan penekanan pada pentingnya implementasi yang tepat sasaran. Isu kesehatan jiwa juga mencuat, seiring meningkatnya tekanan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Tak kalah penting, persoalan hukum menjadi perhatian. Heri, advokat yang juga aktivis Kediri era 2000-an, menilai momentum seperti ini penting untuk mendorong kesadaran hukum masyarakat. Ia menegaskan perlunya penguatan pendampingan dan literasi hukum agar masyarakat tidak selalu berada pada posisi lemah dalam menghadapi persoalan hukum.
“Sudah saatnya kita merajut kembali penguatan pendampingan dan literasi hukum bagi masyarakat,” ujar Nurhadi yang juga anggota DPR RI dua periode dari Partai Nasdem ini.
Dalam diskusi santai beberapa tamu yang hadir terlihat menyampaikan pandangannya. Salah satunya Guntur. Alumni program pelatihan LGSP USAID yang kini menjabat sebagai Koordinator MPI, lembaga yang bergerak di bidang pelayanan publik, keterbukaan informasi publik, dan diseminasi informasimenilai kegiatan ini sebagai ruang dialog yang sehat.
Menurutnya, forum seperti open house memiliki nilai strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat.
“Ini positif sebagai ruang dialog untuk penguatan partisipasi masyarakat, terutama dalam menyampaikan aspirasi secara langsung,” ungkap mantan aktivis HMI ini.
Diskusi juga merambah pada dinamika media, khususnya radio. Hadirnya mantan Komisioner KPID Jawa Timur, Bashlul Hazami dan Immanuel Yosua, menambah perspektif dalam perbincangan tersebut. Keduanya mendorong agar radiokhususnya yang berada di lingkungan grup JYB milik Nurhadi terus memperkuat perannya sebagai instrumen demokrasi dan diseminasi informasi publik.
Menurut mereka, di tengah arus digitalisasi, radio tetap memiliki kekuatan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta menyampaikan informasi yang kontekstual dan cepat. Peran Nurhadi sebagai pemilik JYB grup yang memiliki puluhan radio memiliki peran signifikan.
Menanggapi kegiatan ini, anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Jaminan sosial, ketenaga kerjaan dan BGN menegaskan bahwa open house bukan sekadar agenda seremonial.
“Open house ini sebenarnya bagian dari kebersamaan yang sebenarnya kita jalin bertahun-tahun. Kita gunakan momen Idulfitri untuk silaturahmi dan njogo seduluran,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Blitar yang juga pengusaha herbal dan pernah duduk di DPRD Kota Kediri ini.
Di tengah suasana santai, aspirasi mengalir tanpa sekat. Kritik disampaikan tanpa ketegangan, dan harapan diutarakan secara konstruktif. Open house ini menunjukkan bahwa demokrasi tidak selalu hadirnya dalam forum formal namun bisa tumbuh dari percakapan sederhana, di ruang terbuka, di antara tawa anak-anak dan obrolan warga yang hangat.
Selain di Kota Kediri open house anggota Komisi DPR RI asal Dapil Jatim VI yanh meliputi Kediri, Blitar dan Tulungagung ini juga diselenggarakan di beberapa tempat, salah satunya di Blitar. (Tim Liputan Satukan Indonesia Biro Jatim 2026)













