
JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Antropologi dan tokoh politik Papua, DR Don AL Flassy MA tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Provinsi Papua, pada tanggal 22 Maret 2026 sore
Hal ini dibenarkan Thontji Wolas Krenak, Jurnalis senior Papua yang juga adalah mentan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Munggu (22/03/2026).
“Almarhum telah lama menderita sakit dan dirawat di rumah sakit hingga menghembuskan nafas terakhir, tadi sore,”kata Wolas Krenak.
Lanjut, Krenak menambahkan, jenazah Antropolog Papua, DR Don AL Flassy MA almarhum Don AL Flassy sementara ini disemayamlan di rumah duka Pemda II Cigombong Kotaraja, Kota Jayapura.
Mendiang bernama lengkap, Don Augusthinus Lamaech termasuk intelektual, antropolog, budayawan, dan tokoh politik senior asal Papua.
Ia dikenal karena kontribusinya dalam merumuskan kerangka budaya, dan identitas politik Papua.
Sebagai seorang antropolog yang mempunyai peran utama dalam mencetuskan, Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua sejak 1983.
Konsep ini pula yang membagi Papua berdasarkan aspek etnografi dan corak seni budaya (seperti Mamta, Saereri, Anim Ha, Domberai, Lapago Mepago, Bomberai) yang kini sering menjadi rujukan dalam kebijakan otonomi khusus dan administrasi pemerintahan di Papua.
Selain sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Bappeda, ia aktif pula dalam meneliti dan menulis berbagai artikel dan karya tulis ilmiah.
Ia juga aktif dalam politik Papua, dan menjadi staf ahli di Presidium Dewan Papua (PDP). Dalam ranah politik, pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Independen Papua dan fungsionaris dalam Presidium Dewan Papua (PDP) pada awal era reformasi (sekitar tahun 2000-2001).
Tak heran kalau aktivitasnya dalam politik sempat menghadapi tuduhan makar bersama tokoh-tokoh PDP lainnya seperti Thaha Al-Hamid karena memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua.
Memasuki masa purna tugas hingga usia 78 tahun masih menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPTEK) Papua.
Bersama rekan sejawatnya, antropolog almarhum Dr JR Mansoben, MA yang menjabat sebagai Direktur LIPTEK di Jayapura. Selamat jalan tokoh budaya dan politik tanah Papua. [GRW]













