• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Penembakan Pesawat di Korowai, TPNPB Klaim Bertanggungjawab

Penembakan Pesawat di Korowai, TPNPB Klaim Bertanggungjawab

Februari 14, 2026
Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Februari 16, 2026
Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Tanah Papua Mengkhawatirkan

Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Tanah Papua Mengkhawatirkan

Februari 16, 2026
ADVERTISEMENT
Mubes I BJS Se- Indonesia Dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Pantas Silaban Menuju Persatuan (Hasadaon) dan Kemajuan Bersama

Mubes I BJS Se- Indonesia Dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Pantas Silaban Menuju Persatuan (Hasadaon) dan Kemajuan Bersama

Februari 15, 2026
BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian di Jonggol, Hendi Apriliyanto: Salah Satu Motor Penggerak Pertumbuhan Dana Masyarakat

BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian di Jonggol, Hendi Apriliyanto: Salah Satu Motor Penggerak Pertumbuhan Dana Masyarakat

Februari 15, 2026
Ada Belasan Tembakan di Badan Pesawat Milik Smart Air

Ada Belasan Tembakan di Badan Pesawat Milik Smart Air

Februari 14, 2026
Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Terhadap Keputusan Menteri Kehutanan RI

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Terhadap Keputusan Menteri Kehutanan RI

Februari 14, 2026
Maluku Utara Caplok Tanah Adat Papua, MRP Pertanyakan Pemerintah Pusat

Maluku Utara Caplok Tanah Adat Papua, MRP Pertanyakan Pemerintah Pusat

Februari 14, 2026
KAPOLDA KEPRI TERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA WIRA KARYA DARI PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO

KAPOLDA KEPRI TERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA WIRA KARYA DARI PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO

Februari 14, 2026
Bupati Tapanuli Utara Canangkan Penanaman Sejuta Pohon Durian untuk Pemulihan Pascabencana

Bupati Tapanuli Utara Canangkan Penanaman Sejuta Pohon Durian untuk Pemulihan Pascabencana

Februari 14, 2026
Borsak Jungjungan Silaban Gelar Mubes I dan Syukuran Bona Taon 2026

Borsak Jungjungan Silaban Gelar Mubes I dan Syukuran Bona Taon 2026

Februari 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Februari 16, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Penembakan Pesawat di Korowai, TPNPB Klaim Bertanggungjawab

Februari 14, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
34
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggungjawab terhadap penembakan pesawat komersil jenis Caravan dengan nomor resistrasi PKS-NR, milik maskapai penerbangan Smart Air di Bandara Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Komandan operasi TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka menyatakan, pihaknya yang bertanggung jawab dalam insiden penembakan yang menewaskan pilot, Kapten Egon Erawan dan kopilot, Kapten Bas Koro itu.

Kopitua Heluka mengingatkan, aparat keamanan untuk tidak salah tangkap saat mengejar pelaku. Katanya, aparat keamanan jangan menangkap warga sipil yang tak bersalah.

“Jangan salah tangkap atau salah serang terhadap warga sipil. Kalau mau cari, cari pasukan TPNPB. Pelakunya kami. Kalau mau cari saya, saya ada ini. Saya siap tanggung jawab,” kata Kopitua Heluka dalam rekaman video yang diterima, Sabtu (14/02/2026).

Menurut Heluka, ia telah memerintahkan untuk menembak siapapun warga non Papua yang diduga menjadi informan atau mata-mata aparat keamanan.

“Hari ini atau Rabu, 11 Februari 2026 kami tembak pilot, dan tembak pesawat. Itu perintah saya. Kami TPNPB tujuan jelaskan, tidak minta pembangunan, tidak minta jalan, tidak minta uang dan lain-lain. Kami murni minta pengakuan kepada Presiden kolonial Indonesia yaitu Prabowo Subianto. Itu tuntutan kami. Kalau ko masih kepala batu, kami lawan sampai Papua merdeka,”ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada warga Yahukimo baik asli Papua maupun non Papua untuk meninggalkan wilayah itu, karena daerah tersebut sudah masuk daerah medan perang.

“Masalah penembakan pilot hari ini, silahkan cari saya. Saya siap bertanggung jawab,”ucapnya.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom juga menyatakan, penembakan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB wilayah pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal.

“Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor, Kopitua Heluka bertanggungjawab atas peristiwa ini,”tulis Sebby Sambom dalam siaran pers tertulisnya yang diterima, Sabtu (14/02/2026).

Menurut Sambom, aksi itu dilakukan pasukan TPNPB, sebab pesawat milik perusahaan penerbangan tersebut sering mengangkut pasukan keamanan Indonesia di Tanah Papua.

“Hal ini dilakukan pasukan TPNPB, karena pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu keluarkan oleh manajemen markas pusat Komnas TPNPB, juga pilot-pilot ini merupakan agen intelijen militer dan polisi Indonesia,”ujar Sebby Sambom.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Polisi Faizal Ramadhani mengatakan, saat ini Satgas masih melakukan konsolidasi kekuatan untuk merespons situasi di lapangan.

“Sore ini kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” kata Brigjen Faizal melalui rilis yang diterima.

Faizal Ramadhani mengatakan, pasukan yang diberangkatkan merupakan pergeseran personel dari luar Papua sebagai bagian dari penguatan pengamanan dan penyelidikan.

Terkait pelaku penembakan, Faizal menegaskan, identitas maupun kelompok pelaku masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk sementara yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Situasi terakhir, kami terus berupaya berkomunikasi dan memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,”ucapnya.

Pesawat yang ditembak itu berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT, dengan membawa 12 penumpang dewasa dan satu bayi.

Pesawat ditembaki dari arah hutan samping bandara, saat mendarat. Aksi itu menewaskan pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang berhasil selamat. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Mayor Kopitua HelukaSatukanindonesia.comSmart Air di Bandara Korowai BatuTentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo
ShareTweetSend

Related Posts

Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Wagub Tegaskan Tiga Pulau di Raja Ampat Bagian dari Tanah Papua

Februari 16, 2026
Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Tanah Papua Mengkhawatirkan

Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Tanah Papua Mengkhawatirkan

Februari 16, 2026

Mubes I BJS Se- Indonesia Dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Pantas Silaban Menuju Persatuan (Hasadaon) dan Kemajuan Bersama

Februari 15, 2026

BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian di Jonggol, Hendi Apriliyanto: Salah Satu Motor Penggerak Pertumbuhan Dana Masyarakat

Februari 15, 2026

Masyarakat Adat Papua Ajukan Keberatan Terhadap Keputusan Menteri Kehutanan RI

Februari 14, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?