• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Juli 29, 2025
Universitas Cenderawasih Dipercayakan Pimpin Repatriasi Warisan Budaya Papua

Universitas Cenderawasih Dipercayakan Pimpin Repatriasi Warisan Budaya Papua

Agustus 7, 2026
Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 Dilantik, Ketua Umum: Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Menjadi Kunci Indonesia Maju

Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 Dilantik, Ketua Umum: Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Menjadi Kunci Indonesia Maju

Agustus 7, 2026
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI: Setiap Pasien BPJS Berhak Mendapat Pelayanan Manusiawi

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI: Setiap Pasien BPJS Berhak Mendapat Pelayanan Manusiawi

Agustus 7, 2026
Anggota Komisi XIII DPR Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih sebagai Wujud Syukur HUT Ke-81 RI

Anggota Komisi XIII DPR Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih sebagai Wujud Syukur HUT Ke-81 RI

Agustus 7, 2026
KPI Ajak Publik Selalu Cek Informasi Medsos Lewat Media Arus Utama

KPI Ajak Publik Selalu Cek Informasi Medsos Lewat Media Arus Utama

Agustus 7, 2026
Gagasan Tentang Perjanjian Keamanan Regional di Pasifik mulai Dibahas

Gagasan Tentang Perjanjian Keamanan Regional di Pasifik mulai Dibahas

Agustus 7, 2026
Kemenkes: Laporkan Nakes yang Cibir Pasien BPJS di Medsos

Kemenkes: Laporkan Nakes yang Cibir Pasien BPJS di Medsos

Agustus 7, 2026
Pemerintah akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks yang Ganggu Ketertiban dan Stabilitas Nasional

Pemerintah akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks yang Ganggu Ketertiban dan Stabilitas Nasional

Agustus 7, 2026
Perkuat Soliditas TNI-Polri, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Kunjungi Dankorbrimob

Perkuat Soliditas TNI-Polri, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Kunjungi Dankorbrimob

Agustus 7, 2026
Menperin Keluarkan Tiga Arahan untuk Memperkuat Ekosistem Startup Nasional

Menperin Keluarkan Tiga Arahan untuk Memperkuat Ekosistem Startup Nasional

Agustus 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

[Ragam Info]

Juli 29, 2025
in Ragam Info
0
0
SHARES
104
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Rektor UNIPA Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum//ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum menyatakan, kearifan lokal dan pendekatan berbasis ekoregion menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di Tanah Papua.

“Papua tidak bisa diperlakukan seperti daerah lain. Pendekatan teknokratis perlu dikombinasikan dengan pendekatan budaya,”kata Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum dalam Forum Rektor Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Regional Papua yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Senin (28/07/2025)

Ia menyebut, sistem sosial budaya masyarakat adat Papua, terutama struktur kepimpinan tradisional masih sangat kuat, sehingga tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengelolaan lingkungan.

Sistem kekerabatan disertai semangat kolektif dalam merawat kelestarian adat dan budaya, berdampak positif terhadap model pengelolaan lingkungan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“Sistem keondoafian, kepala suku, dan hak ulayat adalah elemen utama dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam masyarakat Papua,”ujar Hugo.


Menurutnya, penerapan kebijakan pengelolaan lingkungan yang hanya mengacu pada peta zonasi ekologis tanpa memahami sistem sosial, berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat.

Pemerintah harus mengakomodasi kearifan lokal dalam penyusunan dokumen strategis, seperti Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Tanpa pemahaman terhadap sistem nilai masyarakat adat, kebijakan hanya akan melahirkan konflik,”sebut Warami.

Lanjut dia, Unipa sendiri telah mendorong pendekatan kolaboratif lintas sektor, yang melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Papua memiliki 127 tipe ekosistem dan lebih dari 23 ribu aset lingkungan, dengan 118 di antaranya merupakan ekosistem alami sehingga tidak bisa dikelola dengan pola pendekatan konvensional.

“Harus berbasis adat, dan zonasi ekoregion,”kata Hugo.

Oleh karena itu, sebagai Rektor Unipa menilai, dokumen perencanaan lingkungan seperti RPPLH dan RTRW belum maksimal mengarusutamakan pendekatan wilayah fungsional maupun zonasi berbasis daya dukung serta daya tampung lingkungan.

Perlindungan lingkungan di Papua harus memperhatikan wilayah ekoregion kritis seperti lahan basah di Teluk Bintuni dan kawasan gambut Jo Vrienschap–Jos Siret di Asmat, yang menjadi habitat satwa langka.

“Ekosistem gambut dan mangrove terancam karena lemahnya tata kelola. Di Manokwari Selatan, upaya penetapan kawasan mangrove sebagai taman hutan rakyat terkendala aspek kelembagaan,”katanya.

Menurut Hugo, permasalahan pengelolaan lingkungan dipengaruhi lemahnya kapasitas aparatur teknis daerah, kualitas data lingkungan belum memadai, dan minimnya pelibatan masyarakat adat.

Kondisi itu menjadi pemicu terjadinya konflik karena banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat adat yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.

“Banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa partisipasi masyarakat adat, dan itu menjadi sumber persoalan,”katanya.

Untuk itu, dirinya berharap, forum yang digagas kementerian dapat meningkatkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengembangan teknologi mitigasi untuk kawasan pesisir dengan kategori rentan abrasi.

Perlindungan lingkungan Papua berdampak luas karena Papua bukan hanya benteng terakhir biodiversitas, melainkan menjadi rumah peradaban yang harmonis dengan alam. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Dr. Hugo WaramiKementerian Lingkungan HidupLingkungan HidupRektor UNIPA
ShareTweetSend

Related Posts

Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Agustus 1, 2025
Rektor Dr. Hugo Warami Disambut Tarian Adat di Universitas Negeri Papua

Rektor Dr. Hugo Warami Disambut Tarian Adat di Universitas Negeri Papua

September 25, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?