• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Juli 29, 2025
PTSL 2022–2025 Jadi Sorotan: FMP3 Minta ATR/BPN Pematangsiantar Buka Data dan Klarifikasi

PTSL 2022–2025 Jadi Sorotan: FMP3 Minta ATR/BPN Pematangsiantar Buka Data dan Klarifikasi

September 30, 2026
Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR! sebagai Infrastruktur Digital Layanan Publik

Menkomdigi Sebut SP4N-LAPOR! sebagai Infrastruktur Digital Layanan Publik

September 30, 2026
ADVERTISEMENT
Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

September 30, 2026
Saat Apel, Wali Kota Apresiasi Para Siswa Peraih Penghargaan Serta Bubuhkan 2 MoU Kerjasama.

Saat Apel, Wali Kota Apresiasi Para Siswa Peraih Penghargaan Serta Bubuhkan 2 MoU Kerjasama.

September 30, 2026
Wali Kota Bekasi Resmikan Masjid Jami Al-Khairiyah di Cimuning, Apresiasi Tinggi Atas Solidaritas Warga Mustikajaya

Wali Kota Bekasi Resmikan Masjid Jami Al-Khairiyah di Cimuning, Apresiasi Tinggi Atas Solidaritas Warga Mustikajaya

September 30, 2026
Tiga Perusahaan Tak Hadir Tanpa Alasan, Komisi I DPRD Batam Ambil Keputusan Tegas: Turun Langsung Sidak ke Lokasi Usaha

Tiga Perusahaan Tak Hadir Tanpa Alasan, Komisi I DPRD Batam Ambil Keputusan Tegas: Turun Langsung Sidak ke Lokasi Usaha

September 30, 2026
Dugaan Perundungan Siswi SMPN 12 Pematangsiantar Disorot FMP3 Minta Klarifikasi Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan

Dugaan Perundungan Siswi SMPN 12 Pematangsiantar Disorot FMP3 Minta Klarifikasi Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan

September 30, 2026
Cegah KLB Campak, Dinkes Manokwari Gelar Sosialisasi Imunisasi

Cegah KLB Campak, Dinkes Manokwari Gelar Sosialisasi Imunisasi

September 29, 2026
Dokumen TKA Terverifikasi BUPP KEK Tanjung Sauh Tegaskan Komitmen Kepatuhan Keimigrasian & Pemberdayaan Tenaga Lokal

Dokumen TKA Terverifikasi BUPP KEK Tanjung Sauh Tegaskan Komitmen Kepatuhan Keimigrasian & Pemberdayaan Tenaga Lokal

September 29, 2026
APBN 2027 Resmi Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp 4.106 Triliun

APBN 2027 Resmi Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp 4.106 Triliun

September 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

[Ragam Info]

Juli 29, 2025
in Ragam Info
0
0
SHARES
109
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Rektor UNIPA Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum//ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum menyatakan, kearifan lokal dan pendekatan berbasis ekoregion menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di Tanah Papua.

“Papua tidak bisa diperlakukan seperti daerah lain. Pendekatan teknokratis perlu dikombinasikan dengan pendekatan budaya,”kata Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum dalam Forum Rektor Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Regional Papua yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Senin (28/07/2025)

Ia menyebut, sistem sosial budaya masyarakat adat Papua, terutama struktur kepimpinan tradisional masih sangat kuat, sehingga tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengelolaan lingkungan.

Sistem kekerabatan disertai semangat kolektif dalam merawat kelestarian adat dan budaya, berdampak positif terhadap model pengelolaan lingkungan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“Sistem keondoafian, kepala suku, dan hak ulayat adalah elemen utama dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam masyarakat Papua,”ujar Hugo.


Menurutnya, penerapan kebijakan pengelolaan lingkungan yang hanya mengacu pada peta zonasi ekologis tanpa memahami sistem sosial, berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat.

Pemerintah harus mengakomodasi kearifan lokal dalam penyusunan dokumen strategis, seperti Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Tanpa pemahaman terhadap sistem nilai masyarakat adat, kebijakan hanya akan melahirkan konflik,”sebut Warami.

Lanjut dia, Unipa sendiri telah mendorong pendekatan kolaboratif lintas sektor, yang melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Papua memiliki 127 tipe ekosistem dan lebih dari 23 ribu aset lingkungan, dengan 118 di antaranya merupakan ekosistem alami sehingga tidak bisa dikelola dengan pola pendekatan konvensional.

“Harus berbasis adat, dan zonasi ekoregion,”kata Hugo.

Oleh karena itu, sebagai Rektor Unipa menilai, dokumen perencanaan lingkungan seperti RPPLH dan RTRW belum maksimal mengarusutamakan pendekatan wilayah fungsional maupun zonasi berbasis daya dukung serta daya tampung lingkungan.

Perlindungan lingkungan di Papua harus memperhatikan wilayah ekoregion kritis seperti lahan basah di Teluk Bintuni dan kawasan gambut Jo Vrienschap–Jos Siret di Asmat, yang menjadi habitat satwa langka.

“Ekosistem gambut dan mangrove terancam karena lemahnya tata kelola. Di Manokwari Selatan, upaya penetapan kawasan mangrove sebagai taman hutan rakyat terkendala aspek kelembagaan,”katanya.

Menurut Hugo, permasalahan pengelolaan lingkungan dipengaruhi lemahnya kapasitas aparatur teknis daerah, kualitas data lingkungan belum memadai, dan minimnya pelibatan masyarakat adat.

Kondisi itu menjadi pemicu terjadinya konflik karena banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat adat yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.

“Banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa partisipasi masyarakat adat, dan itu menjadi sumber persoalan,”katanya.

Untuk itu, dirinya berharap, forum yang digagas kementerian dapat meningkatkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengembangan teknologi mitigasi untuk kawasan pesisir dengan kategori rentan abrasi.

Perlindungan lingkungan Papua berdampak luas karena Papua bukan hanya benteng terakhir biodiversitas, melainkan menjadi rumah peradaban yang harmonis dengan alam. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Hugo WaramiKementerian Lingkungan HidupLingkungan HidupRektor UNIPA
ShareTweetSend

Related Posts

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

Komwil III APEKSI Rumuskan Solusi Konkret Hadapi Krisis Global

September 30, 2026
DLH Kota Bekasi Kembali Laporkan Dugaan Pencemaran Kali Bekasi ke KLH/BPLH

DLH Kota Bekasi Kembali Laporkan Dugaan Pencemaran Kali Bekasi ke KLH/BPLH

September 3, 2026
Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Agustus 1, 2025

Rektor Dr. Hugo Warami Disambut Tarian Adat di Universitas Negeri Papua

September 25, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?