
JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua menggelar festival kewirausahaan mahasiswa dengan berbagai pangan berbasis sumber daya lokal di Papua, sebagai upaya membangkitkan pangan lokal.
Festival kewirausahaan itu digelar di Uncen Park Perumnas III, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/06/2025). Kegiatan ini berlangsung 12 Juni 2025 hingga 14 Juni 2025.
“Memang ecofest season 3 ini konsep kita semuanya adalah mengangkat pangan lokal Papua. Tema utamanya “Dari Tanah ke Dapur Festival Pangan Lokal Memperkuat Perekonomian, Merawat Tradisi, dan Menjaga Alam Papua”.
Kegiatan ini adalah kolaborasi antara mitra-mitra yang terlibat dengan mengangkat produk pangan lokal di Papua,”kata Kurniawan Patma.
Katanya, tema itu dipilih, agar ada gerakan keberpihakan terhadap pangan lokal, juga bisa membantu pelaku usaha pangan lokal dengan membeli produk yang dijual mama-mama di Pasar.
“Uncen sebagai lembaga pendidikan negeri, punya tanggung jawab ikut membumikan sumber daya lokal yang ada di Papua. Bagaimanapun, itu salah satu cara menjaga eksistensi tanah dan orang Papua melalui pangan lokal,”ujarnya.
Menurutnya, 50 tim kewirausahaan mahasiswa ikut berpartisi, dan sebelum festival ini mahasiswa sudah berproses selama empat bulan, dengan berjualan di kampus. Mereka mengambil pangan lokal itu dari pelaku usaha orang asli Papua.
Selain itu, ada lima pelaku UMKM dari luar yang kut berpartisipasi seperti Sasagu, yang semua bahannya dari Sagu. Kemudian Basira Cookies, Freshmart yang menjual sayuran dan buah-buahan segar dari masyarakat Kuadeware dan Waibron.
Ada dari Kementerian Hukum dan HAM untuk membantu mengurus hak merek dagang, sehingga seluruh peserta yang ikut kegiatan akan mempunyai hak merek dagang atas usaha yang mereka miliki. Tujuannya agar mereka betul-betul melanjutkan usahanya ke depan. Selain itu ada Book Fair. Book Fair adalah buku-buku yang berkaitan dengan Papua.
“Dari kegiatan ini, kami berharap para mahasiswa terus melanjutkan kewirausahaan berbasis pangan lokal. Kampus juga terus menginisiasi dan menyiapkan wahana bagi mereka untuk mengekspresikan kegiatan kewirausahaan berbasis pangan lokal ini,”ucapnya.
Seorang Wirausahawan Uncen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Natalia Magai Yogi mengatakan, nama kelompok usaha mereka adalah Molump.
Ia dan kawan-kawannya ingin mempresentasikan dan mengembangkan kewirausahaan es pisang ijo dan es cincau.
“Festival tahun lalu kita angkat bahan dasarnya ubi. Tapi kami melihat ubi juga semakin hari semakin naik harganya sehingga kami pindah ke pisang,”kata Natalia Magai Yogi.
Katanya, dengan festival ini ia pun merasa dapat membantu mama Papua di pasar yang menjual panganan lokal dengan membeli hasil perkebunan mereka.
“Selain itu kegiatan ini juga memberikan pembelajaran untuk bisa membuka usaha kalau kita ingin melanjutkan itu, bukan saja sebagai sekedar mata kuliah di kampus,”tukasnya. [**/GRW]











