• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

Juli 29, 2025
Perkuat SDM, Pemprov PBD MoU dengan UNIPA

Perkuat SDM, Pemprov PBD MoU dengan UNIPA

Juni 23, 2026
Hadiri Malam Apresiasi Wajib Pajak, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Ucapkan Selamat

Hadiri Malam Apresiasi Wajib Pajak, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Ucapkan Selamat

Juni 23, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Sambut Unjukrasa PMII, Siap Teruskan Tuntutan Evaluasi Program MBG ke Pemerintah Pusat

DPRD Batam Sambut Unjukrasa PMII, Siap Teruskan Tuntutan Evaluasi Program MBG ke Pemerintah Pusat

Juni 23, 2026
Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk Akses Layanan Kesehatan Nasional

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk Akses Layanan Kesehatan Nasional

Juni 23, 2026
Anggota DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung

Anggota DPR Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung

Juni 23, 2026
Juli 2026, Pemkab Biak Numfor Gelar Festival Budaya

Juli 2026, Pemkab Biak Numfor Gelar Festival Budaya

Juni 23, 2026
Pimpinan MPR RI Dorong Penanganan Banjir Rob Sayung Jadi Prioritas Nasional

Pimpinan MPR RI Dorong Penanganan Banjir Rob Sayung Jadi Prioritas Nasional

Juni 23, 2026
Tri Adhianto Harapkan Pedagang Patuh Penataan Pasar Baru, Tidak Ada Pihak yang Menghambat Kebijakan

Tri Adhianto Harapkan Pedagang Patuh Penataan Pasar Baru, Tidak Ada Pihak yang Menghambat Kebijakan

Juni 23, 2026
Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Juni 23, 2026
Wali Kota Bekasi Buka Suara Soal Gangguan Listrik, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Wali Kota Bekasi Buka Suara Soal Gangguan Listrik, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Juni 23, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Rektor UNIPA : Kearifan Lokal Fondasi Utama

[Ragam Info]

Juli 29, 2025
in Ragam Info
0
0
SHARES
103
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Rektor UNIPA Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum//ISTIMEWA

JAKARTA, satukanindonesia.com – Rektor Universitas Papua (UNIPA) Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum menyatakan, kearifan lokal dan pendekatan berbasis ekoregion menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di Tanah Papua.

“Papua tidak bisa diperlakukan seperti daerah lain. Pendekatan teknokratis perlu dikombinasikan dengan pendekatan budaya,”kata Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum dalam Forum Rektor Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Regional Papua yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Senin (28/07/2025)

Ia menyebut, sistem sosial budaya masyarakat adat Papua, terutama struktur kepimpinan tradisional masih sangat kuat, sehingga tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengelolaan lingkungan.

Sistem kekerabatan disertai semangat kolektif dalam merawat kelestarian adat dan budaya, berdampak positif terhadap model pengelolaan lingkungan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“Sistem keondoafian, kepala suku, dan hak ulayat adalah elemen utama dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam masyarakat Papua,”ujar Hugo.


Menurutnya, penerapan kebijakan pengelolaan lingkungan yang hanya mengacu pada peta zonasi ekologis tanpa memahami sistem sosial, berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat adat.

Pemerintah harus mengakomodasi kearifan lokal dalam penyusunan dokumen strategis, seperti Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) maupun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Tanpa pemahaman terhadap sistem nilai masyarakat adat, kebijakan hanya akan melahirkan konflik,”sebut Warami.

Lanjut dia, Unipa sendiri telah mendorong pendekatan kolaboratif lintas sektor, yang melibatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Papua memiliki 127 tipe ekosistem dan lebih dari 23 ribu aset lingkungan, dengan 118 di antaranya merupakan ekosistem alami sehingga tidak bisa dikelola dengan pola pendekatan konvensional.

“Harus berbasis adat, dan zonasi ekoregion,”kata Hugo.

Oleh karena itu, sebagai Rektor Unipa menilai, dokumen perencanaan lingkungan seperti RPPLH dan RTRW belum maksimal mengarusutamakan pendekatan wilayah fungsional maupun zonasi berbasis daya dukung serta daya tampung lingkungan.

Perlindungan lingkungan di Papua harus memperhatikan wilayah ekoregion kritis seperti lahan basah di Teluk Bintuni dan kawasan gambut Jo Vrienschap–Jos Siret di Asmat, yang menjadi habitat satwa langka.

“Ekosistem gambut dan mangrove terancam karena lemahnya tata kelola. Di Manokwari Selatan, upaya penetapan kawasan mangrove sebagai taman hutan rakyat terkendala aspek kelembagaan,”katanya.

Menurut Hugo, permasalahan pengelolaan lingkungan dipengaruhi lemahnya kapasitas aparatur teknis daerah, kualitas data lingkungan belum memadai, dan minimnya pelibatan masyarakat adat.

Kondisi itu menjadi pemicu terjadinya konflik karena banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat adat yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.

“Banyak izin lingkungan diterbitkan tanpa partisipasi masyarakat adat, dan itu menjadi sumber persoalan,”katanya.

Untuk itu, dirinya berharap, forum yang digagas kementerian dapat meningkatkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengembangan teknologi mitigasi untuk kawasan pesisir dengan kategori rentan abrasi.

Perlindungan lingkungan Papua berdampak luas karena Papua bukan hanya benteng terakhir biodiversitas, melainkan menjadi rumah peradaban yang harmonis dengan alam. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Hugo WaramiKementerian Lingkungan HidupLingkungan HidupRektor UNIPA
ShareTweetSend

Related Posts

Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Perkuat Pembangunan Daerah, UNIPA dan Pemkab Tolikara Teken Kerjasama

Agustus 1, 2025
Rektor Dr. Hugo Warami Disambut Tarian Adat di Universitas Negeri Papua

Rektor Dr. Hugo Warami Disambut Tarian Adat di Universitas Negeri Papua

September 25, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?