
Surabaya, SatukanIndoesia.com— Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Gema Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (20/3) malam. Kegiatan ini dihadiri sekitar 5.000 warga dari berbagai elemen masyarakat.
Lantunan takbir menggema sejak selepas salat Isya, menghadirkan suasana religius yang berpadu dengan atraksi rampak bedug. Sejumlah kelompok turut ambil bagian dalam penampilan tersebut, antara lain komunitas rampak bedug dari pelajar dan santri,perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim, serta kolaborasi wartawan Pokja Grahadi bersama personel TNI dan Polri.
Selain itu, grup hadrah dan tim tabuh bedug dari berbagai majelis taklim di Surabaya dan sekitarnya juga ikut memeriahkan acara, menciptakan ritme kolektif yang menggugah semangat kebersamaan malam takbiran.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak turut menabuh bedug sebagai penanda dimulainya gema takbir. Sejumlah kepala perangkat daerah dan tokoh masyarakat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan malam takbiran sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas selesainya Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan harmoni sosial.
“Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Jawa Timur,” ujarnya.
Gema takbir ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas elemen masyarakat. Di tengah tabuhan bedug yang saling bersahutan, terasa bahwa Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan personal, melainkan juga tentang merawat ikatan sosial dalam bingkai kebersamaan (Yos/Hiz)













