
JAKARTA, satukanindonesia.com — Pemerintah tancap gas mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dengan menjadikan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai senjata utama. Tiga kementerian kunci sepakat memperkuat kolaborasi agar intervensi program benar-benar menyasar masyarakat lapisan terbawah.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya. Fokusnya jelas adalah mengakselerasi pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 dengan langkah konkret dan terukur.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, sektor usaha mikro menjadi ujung tombak karena langsung menyentuh kelompok miskin ekstrem. Hingga awal Mei 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp96 triliun, dengan Rp70 triliun di antaranya mengalir ke usaha mikro.
“Kelompok ini mayoritas pekerja informal. Kita dorong naik kelas menjadi pelaku usaha formal agar lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Maman, di Jakarta, dilansir dari disway. Id Senin, 4 mei 2026.
Tak hanya pembiayaan, pemerintah juga membuka akses ruang usaha melalui pemanfaatan fasilitas publik milik pemerintah, swasta, hingga BUMN. Skema ini diyakini mampu menciptakan ekosistem baru yang membuka peluang kerja, khususnya bagi anak muda.
Muhaimin Iskandar menambahkan, pemerintah menargetkan 10 juta masyarakat dapat masuk ke sektor formal atau menjadi wirausaha hingga 2029. Target ini menjadi bagian dari strategi besar menekan kemiskinan ekstrem pada 2026 dan menjaga angka kemiskinan nasional di bawah 5 persen pada 2029.
Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya menegaskan bahwa potensi ekonomi kreatif harus tumbuh merata. Ia memastikan pengembangan tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau desa dan kecamatan.
Dengan sinergi lintas kementerian ini, pemerintah optimistis UMKM dan ekonomi kreatif akan menjadi mesin utama penggerak ekonomi rakyat bukan hanya menciptakan usaha baru, tetapi juga mempercepat penurunan kemiskinan secara nyata dan berkelanjutan.(**)










