
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Kapal Patroli Lepas Pantai Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Tamar, salah satu kapal tercanggih, kembali melakukan kunjungan ke Kepulauan Solomon pada Kamis (14/5/2026), setelah kunjungan pertamanya pada 2023. Pada tahun yang sama, kapal sejenisnya, HMS Spey, juga mengunjungi Honiara.
Baik HMS Tamar maupun HMS Spey ditempatkan secara permanen untuk mendukung negara-negara di kawasan ini dan sedang menjalankan misi lima tahun di sekitar wilayah Pasifik, seperti dikutip dari laman internet, www.solomonstarnews.com, Jumat (15/05/2026).
HMS Tamar telah mengunjungi Asia, Australia, Fiji, Tonga, Kepulauan Solomon dan akan mengunjungi Papua Nugini setelah Kepulauan Solomon.
Pada Jumat, 15 Mei, kapal tersebut akan mengunjungi Tulagi di Provinsi Tengah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Honiara untuk melakukan kunjungan selama seminggu dengan berbagai lembaga Kepulauan Solomon, termasuk Kepolisian Kerajaan Kepulauan Solomon (RSIPF), Badan Perikanan Forum (FFA), pemerintah pusat dan daerah, serta perwakilan dari masyarakat sipil dan media.
Sangat tepat bahwa HMS Tamar akan pertama kali berlabuh di Tulagi karena di sinilah Protektorat Inggris mendirikan ibu kota pertama Kepulauan Solomon. Kunjungan ini dirancang untuk menunjukkan pendalaman kemitraan antara Inggris Raya dan Kepulauan Solomon.
Selama kunjungannya ke Honiara pada 2023, mantan Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly menyoroti HMS Tamar dan HMS Spey sebagai bagian dari kemitraan yang panjang dan hangat antara kedua negara.
Komisaris Tinggi Inggris untuk Kepulauan Solomon, Yang Mulia Paul Turner mengatakan, kembalinya HMS Tamar ke Kepulauan Solomon menunjukkan betapa pentingnya hubungan Inggris dengan Kepulauan Solomon.
“Kami ingin memperdalam kemitraan dan bekerja lebih erat dalam isu-isu seperti keamanan maritim.”
Komisaris Tinggi menambahkan, “kunjungan kapal ke Tulagi sangat mengharukan mengingat hubungan historis antara Tulagi dan Inggris Raya”.
HMS Tamar dapat menjalankan berbagai peran, termasuk mencegah penangkapan ikan ilegal dan mencegat penyelundup narkoba hingga memberikan bantuan kemanusiaan setelah bencana.
ANGGOTA PERSEMAKMURAN INGGRIS
Negara Kepulauan Solomon merdeka pada 7 Juli 1978 dari Inggris Britania Raya dengan Perdana Menteri Pertamanya dan juga tokoh kemerkdeaan Kepulauan Solomon,: Peter Kenilore.
Pemerintah Inggris telah menjajah Kepulauan Solomon sejak 1893 dan memperoleh kemerdekaan pada 1978 dengan sistem pemerintahan Monarki konstitusional dan secara otomatis menjadi anggota Persemakmuran.
Saat ini tercatat sebanyak 56 negara anggota independen di Persemakmuran Bangsa-Bangsa. Persemakmuran mencakup lima benua Afrika, Asia, Amerika, Eropa, dan Pasifik—dan merupakan rumah bagi sekitar 2,7 miliar orang.
Mengutip thecommonwealth.org bahwa Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran 2024 berlangsung di Apia, Samoa dari 21-26 Oktober 2024, melaporkan bahwa CHOGM pertama yang diadakan di Negara Kepulauan Kecil Berkembang Pasifik.
Berlandaskan kemajuan yang telah dicapai sejak CHOGM 2022 di Rwanda, para pemimpin membahas tantangan ekonomi, lingkungan, dan keamanan global, serta mendiskusikan bagaimana negara-negara Persemakmuran bekerja sama untuk membangun ketahanan, meningkatkan perdagangan, inovasi, pertumbuhan, dan memberdayakan 1,5 miliar kaum muda Persemakmuran untuk masa depan yang lebih damai dan berkelanjutan. [GRW]










