
JAKARTA, satukanindonesia.com – Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, baru saja mengunjungi Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 12 hingga 14 Mei 2026, untuk menegaskan komitmen Australia dalam memperkuat kemitraan dengan provinsi tersebut.
Selama berada di Medan, Duta Besar Brazier bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Wali Kota Medan, Rico Waas.
Pertemuan itu membahas bagaimana kerja sama ekonomi dan pembangunan antara Australia dan Indonesia dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
“Saya sangat senang dapat berkunjung ke Medan. Kami sudah memiliki kerja sama yang kuat di bidang bisnis dan pendidikan antara Australia dan Sumatera Utara, dan saya menantikan kesempatan untuk semakin mempererat hubungan ini,”kata Duta Besar Brazier dalam keterangan pers yang diterima dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au, Jumat (15/05/2026).
Ia menekankan, pentingnya peran pemuda dan inovasi adalah salah satu bagian penting dari kunjungan ini.
Duta Besar Brazier bersama Najwa Shihab, pendiri perusahaan media digital Narasi, bergabung dalam acara Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (Social Venture Program Competition), yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia bersama Narasi, di mana para pemuda Indonesia memaparkan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan sosial masa kini.
Kunjungan ini juga merayakan kolaborasi budaya antara Australia dan Indonesia, saat di Medan Duta Besar Brazier menjadi tuan rumah peluncuran Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 bagi para alumni Australia di sana.
Acara tersebut menampilkan pemutaran film Bulan di Tepian Surga, sebuah film yang diproduksi oleh alumni Australia Yuh Rohana Meliala, serta Beyond the Reef, yang menggambarkan keindahan lingkungan alam Australia.
Duta Besar Brazier juga mengunjungi peternakan sapi potong milik Australia, PT Juang Jaya Abdi Alam, untuk mendengarkan pandangan mengenai lingkungan bisnis lokal dan peluang untuk memperdalam perdagangan dan investasi di Sumatera Utara.
Pertemuan dengan Palang Merah Indonesia Cabang Sumatera Utara dan Pusat Krisis Perempuan Sinceritas, mitra program INKLUSI, merupakan bagian dari kunjungan ini. [GRW]













