• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Media Selandia Baru Soroti Kekerasan di Tanah Papua

Media Selandia Baru Soroti Kekerasan di Tanah Papua

Mei 16, 2026
Mensos Sanksi Berat 620 Pegawai Terlibat Judol

Mensos Sanksi Berat 620 Pegawai Terlibat Judol

Oktober 7, 2026
PEMKOT BEKASI BONGKAR BANGLI TANAH APIT DI ATAS LAHAN PJT II

PEMKOT BEKASI BONGKAR BANGLI TANAH APIT DI ATAS LAHAN PJT II

Oktober 7, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Fraksi terhadap Ranperda APBD 2027

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Fraksi terhadap Ranperda APBD 2027

Oktober 7, 2026
Deklarasi Chiang Mai, Gereja Asia Desak Kekerasan di Papua Dihentikan

Deklarasi Chiang Mai, Gereja Asia Desak Kekerasan di Papua Dihentikan

Oktober 7, 2026
GELEGAR HADIAH PANBIL MALL “Belanja Sedikit, Menang Banyak!”

GELEGAR HADIAH PANBIL MALL “Belanja Sedikit, Menang Banyak!”

Oktober 7, 2026
Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Buka Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Buka Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Oktober 7, 2026
Kemendagri dan Kemensos Didesak Supervisi Program KPTDP dan Perlinsos di Daerah

Kemendagri dan Kemensos Didesak Supervisi Program KPTDP dan Perlinsos di Daerah

Oktober 7, 2026
Rapat Paripurna Menyetujui RUU Perampasan Aset jadi Usul DPR

Rapat Paripurna Menyetujui RUU Perampasan Aset jadi Usul DPR

Oktober 7, 2026
BMKG: Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

BMKG: Prakiraan Cuaca di Jakarta, Hari Ini Didominasi Berawan dan Potensi Hujan di Jakarta Selatan

Oktober 7, 2026
Mahkamah Konstitusi Tidak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Mahkamah Konstitusi Tidak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Oktober 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Media Selandia Baru Soroti Kekerasan di Tanah Papua

(Ragam Info)

Mei 16, 2026
in News, Ragam Info
0
0
SHARES
73
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Foto Ilustrasi

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Sebuah media internasional berbasis di Selandia Baru, Te Ao Māori News, menyoroti kembali situasi konflik di Papua melalui artikel yang dirilis pada 14 April 2026 berjudul “Selandia Baru didesak untuk menanggapi pembunuhan warga sipil di Papua Barat.”

Media yang berfokus pada isu masyarakat adat Māori serta dinamika sosial-politik global tersebut mengangkat laporan dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Papua Tengah, Indonesia, yang kini mendapat perhatian dari kalangan aktivis dan politisi di kawasan Pasifik.

Dalam laporannya, Te Ao Māori News mengungkapkan, peristiwa tragis yang terjadi di Papua Tengah, di mana seorang perempuan lanjut usia, Yulita Pigai (sekitar 70 tahun), dilaporkan tewas setelah ditembak di dalam rumahnya saat operasi penyisiran aparat keamanan.

Ia bukan satu-satunya korban. Setidaknya enam warga sipil lainnya, termasuk anak-anak, dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian insiden tersebut.

Salah satu korban adalah anak berusia 11 tahun bernama Maikel Waine, yang dilaporkan tewas akibat luka tembak di bagian dada. Korban lainnya termasuk Sipirianus Tibakoto (19), Martinus Yobee (12), Angkian Edowai (20), dan Ferdinand Auwe (19).

‘KRONOLOGI VERSI LAPORAN HAM’
Artikel tersebut mengutip laporan dari Human Rights Monitor yang menyebutkan bahwa aparat keamanan Indonesia diduga melepaskan tembakan di area publik, termasuk di sekitar Pasar Moanemani.

Peristiwa itu dilaporkan berlangsung antara 31 Maret hingga 2 April 2026 di Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai.

Menurut laporan saksi, aparat kemudian melakukan pengejaran hingga ke desa-desa seperti Ikebo, Kimupugi, dan Ekemanida.
Selain penembakan, terdapat pula laporan pembakaran properti sipil serta pengungsian warga akibat meningkatnya ketegangan.

Operasi tersebut disebut dilakukan setelah insiden penusukan yang menewaskan seorang anggota polisi, Juventus Edowai, pada 31 Maret 2026.

Namun, organisasi HAM menilai respons aparat menggunakan kekuatan berlebihan, termasuk penggunaan amunisi tajam di wilayah padat penduduk.

‘REAKSI INTERNASIONAL: DESAKAN KE PEMERINTAH SELANDIA BARU’
Laporan ini memicu respons dari jaringan solidaritas internasional, termasuk West Papua Action Aotearoa, yang mendesak Pemerintah Selandia Baru untuk memberikan tanggapan resmi.

Tokoh aktivis, Catherine Delahunty, menyebut, insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, terutama karena menyasar warga sipil.

Sementara itu, anggota parlemen dari Partai Hijau Selandia Baru, Teanau Tuiono, secara terbuka mengecam pembunuhan warga sipil, termasuk anak-anak.

Ia menegaskan, komunitas internasional tidak boleh diam, dan mendesak pemerintah negaranya untuk meminta pertanggungjawaban Indonesia.

Menurutnya, sikap diam hanya akan memperkuat normalisasi kekerasan dalam konflik di berbagai belahan dunia.

‘POSISI PEMERINTAH SELANDIA BARU’
Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru menyatakan, pihaknya mengetahui insiden di Dogiyai dan terus memantau situasi di Papua.

Namun, pemerintah tetap menegaskan pengakuan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia, sembari membuka kemungkinan menyampaikan isu tersebut melalui jalur diplomatik jika diperlukan.

Di sisi lain, Selandia Baru juga memiliki kepentingan ekonomi dengan Indonesia, dengan target peningkatan perdagangan bilateral hingga 6 miliar dolar Selandia Baru pada 2029.

‘RESPON INDONESIA’
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington menyatakan bahwa perlindungan hak asasi manusia merupakan bagian dari penegakan hukum nasional.

Mereka menegaskan bahwa institusi negara seperti kepolisian dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bekerja untuk menjaga keamanan serta melakukan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi.

Pemerintah Indonesia juga menyebut, investigasi sedang berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian dan mencegah terulangnya insiden serupa.

‘PAPUA DALAM SOROTAN GLOBAL’
Artikel Te Ao Māori News juga menyoroti, posisi geografis dan geopolitik Papua Barat yang dekat dengan kawasan Pasifik—sekitar 6.000 kilometer dari Selandia Baru dan hanya sekitar satu jam penerbangan dari Darwin, Australia.

Meski relatif dekat secara geografis, laporan tersebut menilai bahwa realitas kehidupan masyarakat Papua masih kurang dipahami oleh publik internasional.

Dalam konteks sejarah, artikel tersebut menyinggung integrasi Papua ke Indonesia sejak 1969 melalui proses yang dikenal sebagai Act of Free Choice, yang hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat adat Papua.

‘ISU KEMANUSIAAN DAN DIPLOMASI GLOBAL’
Lebih dari sekadar laporan insiden, artikel ini mencerminkan bagaimana isu Papua terus menjadi perhatian dalam hubungan internasional, khususnya di kawasan Pasifik.

Di satu sisi, terdapat tekanan dari kelompok masyarakat sipil dan aktivis HAM untuk menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Di sisi lain, kepentingan diplomatik dan ekonomi antarnegara turut memengaruhi respons resmi pemerintah. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kekerasan di PapuaMedia Selandia Baru
ShareTweetSend

Related Posts

Deklarasi Chiang Mai, Gereja Asia Desak Kekerasan di Papua Dihentikan

Deklarasi Chiang Mai, Gereja Asia Desak Kekerasan di Papua Dihentikan

Oktober 7, 2026
Kekerasan di Papua Terus Menghasilkan Korban, YKKMP : Ruang Dialog Segera di Buka

Kekerasan di Papua Terus Menghasilkan Korban, YKKMP : Ruang Dialog Segera di Buka

September 26, 2026
Kekerasan di Tanah Papua Yang Terakumulasi Sejak Lama

Kekerasan di Tanah Papua Yang Terakumulasi Sejak Lama

Mei 29, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?