
Jakarta, satukanindonesia.com – Penguatan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) berdaulat menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dengan GreatAsic/Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Nezar menegaskan bahwa pembangunan AI nasional harus dilakukan secara menyeluruh melalui pengembangan talenta digital, penguatan infrastruktur komputasi, serta industri semikonduktor yang berjalan secara paralel.
“Antara manusia dan juga infrastruktur, kita perlu melakukannya secara bersamaan, paralel,” ujar Nezar.
Menurutnya, semikonduktor menjadi komponen strategis dalam pengembangan AI karena menentukan daya saing suatu negara dalam rantai pasok teknologi global. Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, berbagai negara kini berlomba menguasai teknologi chip, semikonduktor, dan mineral kritis sebagai fondasi industri AI masa depan.
“Chip dan semikonduktor benar-benar strategis bagi negara-negara yang ingin memasuki industri AI ini dan juga rantai pasokan global AI,” tegasnya.
Nezar menilai Indonesia memiliki modal penting berupa ketersediaan mineral kritis yang dapat mendukung pengembangan industri semikonduktor nasional. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi yang mampu menghadirkan transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan nilai tambah di dalam negeri.
“Melalui kolaborasi, kita bisa mendapatkan transfer pengetahuan, kita juga bisa mendapatkan penciptaan nilai dari proses tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Nezar juga menekankan pentingnya kerja sama regional, khususnya di kawasan ASEAN, untuk membangun ekosistem AI yang kuat dan berdaulat. Menurutnya, rantai pasok AI saling terhubung sehingga tidak dapat dikembangkan oleh satu negara secara mandiri.
Ia menyebut ASEAN memiliki potensi besar melalui pasar yang luas, sumber daya strategis, serta kedekatan sosial dan budaya yang dapat menjadi fondasi pembentukan klaster AI regional.
“Jika kita ingin membangun AI yang berdaulat, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Karena semua hal saling terkait, terhubung,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Nezar, juga terus mempersiapkan berbagai langkah menghadapi perkembangan teknologi generasi berikutnya, termasuk komputasi kuantum. Sebagai regulator, pemerintah akan memperkuat mitigasi risiko agar transformasi digital berlangsung secara aman sekaligus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.(***)












