
Jakarta, satukanindonesia.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar khitanan massal Massal di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.
Program khitanan massal hasil kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA dan Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta ini diikuti oleh 2.445 peserta.
Dengan banyaknya jumlah peserta, Pemprov DKI diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, jumlah peserta khitanan massal ini melampaui target awal sebanyak 2.000 anak yang digelar di enam wilayah administrasi Jakarta pada 23 Juni–8 Juli 2026
Pramono mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta,” ujarnya.
Menurut Gubernur Pramono, penghargaan Rekor MURI menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat, produktif, dan berdaya.
“Bagi kami, layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya. Program seperti Khitanan Massal ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak,” katanya.
Pramono juga mengapresiasi PAM JAYA, TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Daya Wanita PAM JAYA, Komunitas Kebaya Jakarta, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah menyukseskan penyelenggaraan khitanan massal tahun ini.
Untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Gubernur Pramono menargetkan jumlah peserta Khitanan Massal meningkat menjadi 5.000 anak.
“Tahun depan Jakarta menyambut usia lima abad. Saya meminta kepada PAM JAYA agar mulai mempersiapkannya dari sekarang. Kalau bisa, jumlah peserta khitanan massal mencapai 5.000 anak. Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Gubernur Pramono juga berharap kolaborasi antarlembaga terus diperkuat agar semakin banyak program sosial yang dapat menjangkau masyarakat.
Menurutnya, Jakarta sebagai kota global harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan inklusif bagi seluruh warganya.
Gubernur Pramono menambahkan, berbagai program pelayanan publik yang disiapkan menjelang HUT Ke-500 Jakarta merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat.
Di antaranya rencana penerapan tarif transportasi umum sebesar Rp1 serta akses gratis ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta selama lima hari perayaan.
Ia meyakini kebijakan tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kota sekaligus menggerakkan perekonomian.
Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan Khitanan Massal merupakan program CSR yang terus diperluas setiap tahun.
Program yang semula hanya melayani sekitar 150 peserta kini mampu menjangkau lebih dari 2.000 anak
“Khitanan massal ini benar-benar menjadi bagian dari tanggung jawab sosial PAM JAYA yang terus kami perkuat.
Tahun ini, alhamdulillah jumlah peserta telah melampaui 2.000 anak. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bersama TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Arief menambahkan, keberhasilan program tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja PAM JAYA dalam memperluas layanan air bersih. Saat ini, cakupan pelayanan perusahaan telah mencapai sekitar 82 persen wilayah Jakarta.
Ke depan, PAM JAYA juga akan melanjutkan berbagai program sosial lainnya, termasuk penyaluran 5.000 toren air kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai upaya memperkuat akses layanan air bersih di Jakarta.
“Kami berharap rangkaian program ini terus berlanjut dari tahun ke tahun. Dengan kinerja perusahaan yang semakin baik, kami ingin terus memperkuat kontribusi kepada masyarakat, baik melalui pelayanan air bersih maupun berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan,” tutup Arief.(***)











