
Jakarta, satukanindonesia.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi penyelenggaraan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempererat kolaborasi dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.
Apresiasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Surono, yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada RALB KOI di Kantor KOI, Senayan, Jakarta, dilansir dari infopublik, Senin (20/7/2026).
“Kemenpora memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komite Olimpiade Indonesia yang secara konsisten menjaga tata kelola organisasi melalui mekanisme Rapat Anggota Luar Biasa sebagai bagian dari implementasi prinsip good governance,” ujar Surono.
Menurutnya, RALB menjadi forum penting untuk memastikan seluruh keputusan organisasi diambil sesuai mekanisme yang berlaku sehingga mampu menjaga stabilitas, soliditas, dan kredibilitas KOI sebagai induk gerakan Olimpiade di Indonesia. “Pemerintah percaya, ketika tata kelola organisasi berjalan baik, kolaborasi semakin kuat, dan seluruh insan olahraga bersatu, maka prestasi Indonesia di panggung dunia akan semakin dekat untuk kita raih bersama,” katanya.
Surono menegaskan, sinergi antara pemerintah, KOI, induk cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.
Menurut dia, kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi agenda olahraga internasional yang akan datang, yakni Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, SEA Games Malaysia 2027, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
Ia menekankan bahwa pencapaian prestasi olahraga tidak dapat diwujudkan melalui pembinaan jangka pendek. Atlet membutuhkan proses pembinaan yang sistematis dan berkesinambungan mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningkatan kualitas teknik, hingga penguatan mental bertanding.
Karena itu, Kemenpora mendorong pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang bagi 21 cabang olahraga unggulan yang diproyeksikan tampil pada Olimpiade, dengan dukungan skema pendanaan multiyears agar pembinaan berlangsung secara konsisten. “Khusus dalam menghadapi Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, yang kini memasuki fase persiapan yang semakin pendek. Kondisi tersebut menuntut persiapan yang lebih matang, terukur, dan berkelanjutan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di Asian Games,” ujar Surono.
Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RALB KOI mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pembinaan atlet nasional.
“Semoga keputusan-keputusan yang dihasilkan nanti semakin memperkuat organisasi, mempererat kolaborasi, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan prestasi olahraga Indonesia yang lebih gemilang di tingkat regional, kontinental, hingga Olimpiade,” pungkasnya.
Penguatan tata kelola organisasi olahraga dan pembinaan atlet secara berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta memperkuat prestasi Indonesia di berbagai bidang, termasuk olahraga, melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, kolaboratif, dan akuntabel.(***)













